Vice President Corporate Communication Pertamina Wianda Pusponegoro mengatakan, untuk melikuidasi (membubarkan) Petral, diperlukan beberapa tahapan. Saat ini tahapan likuidasi sudah masuk tahapan legal dan financial due dilligence.
"Tahapan awal likuidasi ini, untuk menilai secara seksama aset Petral, transaksi yang ada, berapa utang-piutangnya, berapa pinjaman di bank, termasuk me-review seluruh kontrak Petral dengan pihak lain," kata Wianda dalam keterangannya, Kamis (21/5/2015).
Wianda mengatakan, setelah melalui tahapan legal and financial due dilligence, selanjutnya Pertamina mengakuisisi seluruh aset Petral Group, termasuk dua anak usahanya yakni Pertamina Energy Services Pte Limited, yang sebelumnya Petra Oil Services Pte Ltd (PES), berdiri di Singapura 1992 dengan bisnis perdagangan minyak mentah. Dan, Zambesi Investments Limited (ZIL), yang didirikan di Hong Kong tahun 1979. ZIL mengurus bisnis investasi dan mengembangkan bisnis non minyak Petral.
"Setelah semua aset dan kewajiban Petral Group diselesaikan secara baik, baru kami dapat mendaftarkan likuidasi secara formal ke otoritas Hong Kong dan Singapura," kata Wianda.
Sebelumnya, Menteri BUMN Rini Soemarno menargetkan, likuidasi Petral ditargetkan selesai pada April 2016. Selain Pertamina sedang melalui tahapan untuk melikuidasi Petral, di saat yang bersamaan juga dilakukan audit investigasi ke Petral. Bila dalam audit tersebut ditemukan pelanggaran maka, orang yang melakukan akan ditindak secara hukum.
"Proses likuidsi dibuat yang diawali audit investigasi. Saya minta Diikuti prosesnya. Kalau ada pelanggaran akan ditindak secara hukum. Target likuidasi April tahun depan selesai (2016)," tutup Rini.
(Rista Rama Dhany/Wahyu Daniel)











































