"Begitu banyak tanggapan bahwa banyak hal buruk yang mengelilingi industri migas. Justru dengan hadirnya orang dari luar migas, adalah kesempatan untuk menata ulang industri ini, supaya tidak dipengaruhi oleh kepentingan-kepentingan masa lalu," jelas Menteri ESDM, Sudirman Said, dalam acara konferensi Indonesia Petroleum Association (IPA) di JCC, Senayan, Jakarta, Jumat (22/5/2015).
Sudirman menyatakan hal tersebut, karena dirinya sempat diragukan menjabat Menteri ESDM. Alasannya, latar belakang Sudirman bukanlah dari dunia migas. Sebelum menjabat Menteri ESDM, Sudirman merupakan Direktur Utama PT Pindad (Persero), BUMN produsen senjata.
"Kesempatan ini, adalah kesempatan yang baik untuk meninggalkan masalah di masa lalu. Dikotomi-dikotomi di masa lalu. Kalau kata anak muda, ini kesempatan untuk kita move on," kata Sudirman.
"ESDM diurus oleh bukan orang migas. Barangkali ini justru ini waktu yang baik untuk membuat terobosan, karena kita nggak terkungkung oleh orang-orang lama. Mari kita move on," papar Sudirman.
Soal pengembangan sektor migas, Sudirman mengatakan, dirinya berusaha melakukan gebrakan menggenjot eksplorasi. "Saya menantang Anda untuk melakukan hal-hal dengan skema baru," kata Sudirman kepada investor migas yang hadir.
Terkait keraguan yang datang karena ESDM dipimpin orang dari luar migas, Sudirman menggunakan contoh komposer legendaris Ludwig van Beethoven, yang mampu menciptakan lagu klasik fur elise. Lagu tersebut dikenal berbagai generasi hingga saat ini.
Padahal Beethoven merupakan tuna rungu, atau tidak bisa mendengar.
"Itu artinya apa, artinya bahwa ketika kita punya passion punya ketulusan, tidak ada kata lain selain passion dan ketulusan yang bisa membuat orang yang tidak bisa mendengar, tetapi bisa menciptakan lagu dengan gubahan yang begitu luar biasa," papar Sudirman.
"Mungkin saja saya tidak kenal dengan dunia migas. Tapi tentu saya tertantang untuk membuat industri ini tertata dengan baik," ungkapnya.
(Wahyu Daniel/Suhendra)











































