PHE Abar dan PHE Anggursi, dua perusahaan afiliasi dari Pertamina Hulu Energi, bertindak selaku operator dengan participating interest (PI) 100% pada dua blok migas, yaitu Blok Abar, Jawa Barat dan Blok Anggursi, Jawa Barat. Kedua blok ini merupakan wilayah kerja migas offshore tersebut.
Sedangkan Blok Migas Non Konvensional Sakakemang, Sumatera Selatan, akan dikelola oleh PHE Sakakemang dengan hak PI 50%, bermitra dengan Bukit Energy Resources Sakakemang Deep Pte Ltd yang bertindak selaku operator dengan PI 50%.
Direktur Hulu Pertamina Syamsu Alam mengatakan, ketiga blok migas tersebut memiliki kontrak pengelolaan selama 30 tahun.
"Blok-blok ini sekali lagi memberikan kesempatan kepada Pertamina untuk membuktikan kemampuan dan kapasitasnya dalam mengelola wilayah kerja lepas pantai yang sangat menantang. Kita tahu, sumber daya migas Indonesia di masa mendatang akan banyak bergantung pada wilayah kerja offshore yang lebih sulit dan menantang. Adapun, keterlibatan Pertamina di MNK Sakakemang juga menjadi milestone positif bagi perusahaan untuk terlibat lebih banyak dalam pengelolaan blok-blok migas non konvensionaldi Indonesia," kata Syamsu Alam dalam keterangannya, Jumat (22/5/2015).
Pengembangan bisnis hulu merupakan salah satu dari 5 pilar prioritas strategis Pertamina untuk mencapai visi sebagai World Class National Energy Company pada 2025.
Dengan semangat aggressive upstream, profitable downstream Pertamina terus berupaya meningkatkan kontribusinya sebagai NOC dari posisi saat ini yang masih sekitar 23% terhadap total produksi nasional.
"Hingga kuartal I-2015, produksi minyak Pertamina mencapai 248,4 ribu barel per hari (MBOPD) dan gas 1,63 Juta Standar Kaki Kubik per Hari (BSCFD). Catatan kinerja tersebut cukup positif di tengah produksi migas nasional yang terus turun," tutup Syamsu.
(Rista Rama Dhany/Wahyu Daniel)











































