"Untuk program 35.000 MW pembangkit listrik baru, perusahaan dari Amerika tertarik untuk masuk," kata Duta Besar AS untuk Indonesia, Robert O. Blake, di kediamannya, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (22/5/2015).
Robert menjelaskan, perusahaan-perusahaan asal AS memiliki kemampuan dan pengalaman mengembangkan dam memproduksi pembangkit listrik berteknologi tinggi.
"Perusahaan asal AS memiliki kemampuan mengembangkan pembangkit berteknologi tinggi," ujarnya.
Saat ditanya komitmen pembiayaan hingga nama perusahaan yang bakal masuk, Robert masih menutup rapat-rapat informasinya. "Saya belum bisa bilang, nanti saat Presiden Jokowi dan Presiden Obama bertemu akan mengumumkannya," ujarnya.
Untuk program 35.000 MW ini, sebesar 10.000 MW akan digarap oleh PT PLN (Persero), sementara sisanya akan diserahkan kepada investor swasta.
(Feby Dwi Sutianto/Wahyu Daniel)











































