Dalam paparan kesimpulan acara yang dihimpun dari pertanyaan ke seluruh peserta yang hadir selama acara, diperoleh hasil bahwa Indonesia masih menarik untuk dijadikan tujuan investasi khususnya di sektor minyak dan gas bumi.
"60% peserta menjawab Indonesia masih menarik sebagai tujuan investasi. Hanya 15% menjawab tidak. Sangat jelas, jawabannya Indonesia masih menarik di tengah berbagai tekanan, penurunan harga minyak dan sebagainya," kata Amien pada penutupan acara di Jakarta Convention Center, Jakarta, Jumat (22/5/2015).
Dengan hasil kesimpulan ini, maka sudah sepatutnya ini menjadi motivasi bagi pelaku industri migas di tanah air termasuk meningkatkan kepercayaan di masyarakat, bahwa industri migas Indonesia akan bangkit.
"Jadi ke depan mari kita tetap maju di industri hulu migas. Dan tetap kompak mengahadapi berbagai tekanan," kata dia.
Kesimpulan tersebut didapat dari pembagian kuesioner yang di isi oleh 21.866 visitor, 2.742 delegasi, 315 media, 638 jurnalis, 24.608 pengunjung (naik 20% dari tahun 2014). Hasilnya:
- 58% responden menjawab Indonesia telah memasuki krisis energi dan butuh aksi nyata.
- 64% responden menjawab industri hulu migas, dengan bisnis as usual, tidak bisa keluar/menghindar dari krisis energi.
- 69% responden menjawab industri hulu migas dalam penyediaan bahan bakar fosil masih penting untuk penyediaan energi nasional hingga 10 tahun mendatang.
- Perlu ada peningkatan dan memberikan kemudahan pengurusan perizinan eksplorasi dan eksploitasi.
- Kolaborasi antara pemerintah dan industri perlu ditingkatkan.
- 60% responden menjawab Indonesia masih menarik di mata investor untuk investasi di bisnis hulu migas. Walaupun dengan situasi harga minyak rendah dan investor ragu untuk ambil keputusan, industri hulu migas tetap optimis.











































