Mengutip data laporan keuangan BUMN dari Kementerian BUMN, Selasa (26/5/2015), omzet atau pendapatan usaha Pertamina pada 2014 naik Rp 878,8 triliun, dibandingkan omzet pada 2013 yang hanya Rp 743,1 triliun.
Namun beban usaha Pertamina tercatat cukup tinggi, yakni mencapai Rp 821 triliun di 2014. Sementara beban usaha di 2013 tercatat hanya Rp 692 triliun.
Setelah dipotong beban usaha, Pendapatan BUMN energi ini naik dari Rp 50,5 triliun di 2013 naik menjadi Rp 57 triliun di 2014. Setelah dipotong pajak, laba bersih Pertamina tercatat Rp 19,09 triliun di 2014 atau anjlok signifikan dibanding laba bersih pada 2013 mencapai 30,5 triliun.
Menurut Asdep Bidang Informasi dan Komunikasi Publik Kementerian BUMN, Seger Budiarjo, turunnya laba Pertamina pada 2014 disebabkan karena turunnya harga minyak yang cukup signifikan.
"Tahun 2013 laba senilai Rp 32 triliun kemudian turun ke Rp 19 triliun di 2014. Penurunan laba Pertamina dipengaruhi oleh turunnya harga minyak," kata Asdep.
Sementara, bila digabungkan dengan laba anak usaha, Laba Pertamina keseluruhan dari Rp 33,8 triliun di 2013 menjadi Rp 18,5 triliun di 2014.
(Rista Rama Dhany/Angga Aliya)











































