Bekas Tambang Nikel Ini Bakal Diubah Seperti Kebun Raya Bogor

Bekas Tambang Nikel Ini Bakal Diubah Seperti Kebun Raya Bogor

Ayunda W Savitri - detikFinance
Selasa, 26 Mei 2015 20:19 WIB
Bekas Tambang Nikel Ini Bakal Diubah Seperti Kebun Raya Bogor
Sorowako - PT Vale Indonesia Tbk akan membangun taman seluas 110 hektar di Sorowako seperti Kebun Raya Bogor, di atas lahan bekas penambangan nikel. Biaya yang disiapkan mencapai Rp 32 miliar.

"Kita mau bangun taman seperti Kebun Raya Bogor. Lahannya seluas 110 hektar," ujar Supervisor Nursery PT Vale Indonesia Erlin Harry kepada wartawan dalam media visit ke tempat pembibitan PT Vale Indonesia di Kota Sorowako, Sulawesi Selatan, Selasa (26/5/2015).

Perusahaan asal Kanada dan Brasil ini menyiapkan anggaran untuk membangun konsep KRB tersebut mencapai Rp 32 miliar.

"Bikin kebun raya melibatkan orang LIPI, Unhas dan ITB. Total alokasi dana bangun semua Rp 32 miliar sampai selesai. Nama kebunnya nanti Wallacea Saweri Gading," lanjutnya.

"Konsep menyerupai Kebun Raya Bogor. Itu jadi warisan PT Vale nanti," sambung perempuan tersebut.

Dari 120 ribu hektar, perusahaan telah membuka lahan untuk eksplorasi nikel seluas 5.000 hektar. Erlin mengatakan, hingga saat ini pihaknya telah melakukan rehabilitasi dengan cara menanam berbagai jenis tanaman di atas lahan yang sudah dibuka seluas 4.050 hektar.

Adapun jenis tanaman yang dikembangkannya antara lain Betau, Natu dan Ponto. Di mana, tanaman-tanaman tersebut merupakan jenis tanaman lokal.

"Yang sudah terbuka di tambang 5.000-an hektar dan sudah rehab 4.050 hektar. Masih berlangsung terus karena tiap tahun kan dibuka lahan. Targetnya tahun ini mau rehab 77,24 hektar, di mana 1 hektar ada 400 pohon," urainya.

Di komplek yang letaknya agak jauh dari areal pertambangan itu ada 3 lokasi penyetekan dengan total 22 jenis tanaman lokal siap tanam. "Yang sudah sekitar 10 persen mulai dari penataan, penanaman sama kontraktornya," terangnya.

Sedikit berbeda dengan konsep KRB aslinya, Erlin menyebut pihaknya memiliki 12 rusa yang dibiarkan berkeliaran di sekitar area perkebunan. Rusa-rusa tersebut merupakan titipan dari BKSDA Makassar.

"Ada rusa titipan dari BKSDA. Awalnya 8 rusa, sekarang jadi 12 rusa. Anoa dulu ada jantan, diambil lagi sama BKSDA Makassar," tutup Erlin.

(Ayunda W Savitri/Rista Rama Dhany)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads