"Kita masih urus perizinan, perizinan masih ada yang harus dilengkapi. Kalau izin sudah, lalu kita sosialisasi. Baru setelah sosialisasi baru bisa diluncurkan," kata Direktur Utama Pertamina Dwi Soetjipto, ditemui di Ruang Komisi VII DPR, Rabu (27/5/2015).
Dwi mengatakan, masih ada satu izin yang masih harus dipenuhi, yakni izin distribusi. Terkait spesifikasi, Pertamina sudah lolos uji dan izinnya sudah ada dan secara teknis sudah siap semua.
"Tinggal memonitor penggunaan kendaraan yang kita uji coba. Jadi ada kendaraan yang kita isikan Pertalite kita suruh di putar-putar lalu kita monitoring kondisi mesinnya. Kita perlu uji coba tidak ingin terburu-buru. Ini kan untuk masyarakat banyak. Kalau membuat rugi kan akan susah. Lebih baik kita pelan, hati-hati biar yang sampai ke masyarakat terbaik," ungkapnya.
Dwi menargetkan, seluruh perizinan untuk Pertalite ini akan selesai paling lambat bulan depan.
"Perizinan mudah-mudahan Mei atau Juni selesai," tutup Dwi.
Seperti diketahui, Pertalite memiliki RON 90, yang kualitasnya lebih baik dari bensin Premium. Pertalite merupakan jenis BBM non subsidi, dan akan menambah pilihan masyarakat untuk bensin Pertamax Series. Pertalite sendiri bukan untuk menggantikan bensin premium.
(Rista Rama Dhany/Suhendra)











































