Direktur Utama Pertamina Dwi Soetjipto mengatakan, dari aspek teknis, geologis, dan sosial, Pertamina sudah berpengalaman mengelola lapangan migas di seluruh Indonesia. Pertamina juga memiliki Sumber Daya Manusia yang berpengalaman di sektor migas, termasuk tenahga ahli di sektor hulu migas.
"Ada 17 orang Strata III (doktor) termasuk Pak Samsyu Alam, kemudian 523 orang Strata II. Jadi sebenarnya dari sisi jumlah ini cukup. Dan ke depan akan kita perkuat terus," kata Dwi dalam Rapat Pendapat Umum dengan Komisi VII DPR, Rabu (27/5/2015).
Dwi juga menegaskan, Pertamina sangat berpengalaman dalam mengamblik alih blok migas yang sudah habis masa kontraknya, seperti Blok ONWJ dari British Petroleum (BP) pada tahun 2009, kemudian Blok WMO dari CNOOC, dan Blok Siak dari Chevron.
"Kalau kita lihat, dengan masa transisi yang berjalan cukup bagus. Dari yang semula dikelola BP ada penurunan produksi 27.000 barel ke 22.000 barel per hari. dan 23.000 barel per hari. Tapi ketika dikelola Pertamina bisa meningkat sehingga 2014 kemampuan produksinya adalah 34.000 barel per hari," tutup Dwi.
Seperti diketahui, pengelolaan blok Mahakam saat ini dilakukan perusahaan asal Prancis, yakni Total E&P Indonesie, di mana kontraknya berakhir pada 31 Desember 2017. Pemerintah telah memutuskan pengelolaan blok tersebut selanjutnya akan diberikan pada Pertamina pada 1 Januari 2018.
(Rista Rama Dhany/Wahyu Daniel)











































