"Kita buka semua data eksplorasi. Ketika wilayah kerja atau blok migas yang ditawarkan, si penawar (investor) sudah benar-benar tahu. Jadi dia akan lebih serius lagi. Selama ini kan kurang diminati karena datanya kita belum terlalu lengkap," kata Direktur Jenderal Migas, Kementerian ESDM, IGN Wiratmaja Puja, ditemui di Kantor Ditjen Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi, Cikini, Jakarta, Jumat (29/5/2015).
Wiratmaja mengatakan, pemerintah tidak hanya menawarkan wilayah kerja yang hanya berupa peta lokasi blok migas di suatu daerah. Tetap akan termasuk data-data geologi, data seismik dan potensi migas.
"Semua datanya kita buka, data geologi, data seismik, semuanya yang dibutuhkan investor," ucapnya.
Namun untuk data-data blok migas yang akan habis kontraknya atau yang sudah dikelola Kontraktor kontrak kerjasama (KKKS), memang ada ada-data yang sifatnya rahasia.
"Ya seperti kita mau jual rumah saja, waktu mau jual orang yang berminat bisa lihat segala isi rumah dari depan sampai dapur. Tapi ketika rumah sudah dibeli, kita hanya boleh sampai ruang tamu. Ketika blok yang kita tawarkan, kita akan seterbuka mungkin, jadi semua sudut boleh dilihat, begitu eksplorasi sudah jadi satu PSC (Production Sharing Contract), ada batasan, mana boleh dan mana yang tidak boleh," tutup Wiratmaja.
(Rista Rama Dhany/Wahyu Daniel)











































