Menurut Vice President Corporate Communication Pertamina, Wianda Pusponegoro, selisih harga tersebut sudah mempertimbangkan banyak hal. Sehingga tidak ada masalah bila bensin SPBU kompetitor lebih murah.
"Nggak papa, menurut kita masih oke Pertamax Rp 9.300/liter sementara kompetitor Rp 9.100/liter," kata Wianda dihubungi detikFinance, Sabtu (30/5/2015).
Wianda mengatakan, harga Pertamax Rp 9.300/liter tersebut, merupakan harga rata-rata dari Harga Indeks Pasar dan kurs selama dua minggu terakhir.
"Itu harga rill, mungkin kompetitor lain punya strategi lain, kan masing-masing perusahaan punya strategi sendiri-sendiri. Hitungan kami HIP dan kurs dalam dua minggu terakhir naik 7,9%," ungkapnya.
Ia menambahkan, Pertamina tidak khawatir bila selisih harga Rp 200/liter tersebut, akan membuat konsumennya lebih memilih isi BBM di SPBU Shell atau Total.
"Nggak takut (pindah ke SPBU lain), marketnya masih banyak. Apalagi masyarakat yang sudah pakai Pertamax tidak akan beralih ke produk lain, termasuk kembali ke premium, Pertamax itu sudah ada marketnya sendiri. Apalagi konsumsi Pertamax justru terus meningkat, dari tahun lalu hanya 2.000 kilo liter per hari, sekarang 7.000 KL per hari," tutup Wianda.
(Rista Rama Dhany/Rista Rama Dhany)











































