Menteri ESDM: Lama-lama Masyarakat Terbiasa Harga BBM Naik-Turun

Menteri ESDM: Lama-lama Masyarakat Terbiasa Harga BBM Naik-Turun

Maikel Jefriando - detikFinance
Minggu, 31 Mei 2015 15:18 WIB
Menteri ESDM: Lama-lama Masyarakat Terbiasa Harga BBM Naik-Turun
Jakarta - Pemerintah masih terus mengkaji formula yang tepat untuk persoalan harga Bahan Bakar Minyak (BBM). Pasalnya, masyarakat Indonesia dinilai belum siap menerima kenyataan bahwa harga BBM berubah setiap dua pekan sekali.

"Idenya adalah bagaimana caranya masyarakat itu tidak menderita karena terlalu sering ada perubahan harga dan budget tidak menderita karena bleeding dengan subsidi. Jadi kalau ditanya apakah pemerintah tetap konsisten dengan pencabutan subsidi. Kita akan konsisten tidak akan mundur," kata Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said saat bincang-bincang di Kantor ESDM, Jakarta, Minggu (31/5/2015)

Sempat bermunculan wacana bahwa penetapan harga BBM akan dilakukan setiap 3 atau 6 bulan sekali mengacu proyeksi harga minyak dunia dan nilai tukar rupiah. Namun Sudirman mengaku persoalan ini masih dikaji secara konstan, sehingga belum menghasilkan keputusan.

"Secara realistis saya harus terus katakan ini kan kebijakan baru. Jadi orang boleh kritik kok, apa namanya istilahnya, trial and error. Setiap kebijakan ada masa itu," kata Sudirman.

Ide ini sudah disampaikan Sudirman kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi). Presiden pun meminta agar terus dikaji sampai menemukan pola yang tepat.

"Saya sudah sampaikan ke presiden bahwa, 'Pak kita lihat sampai november seperti apa polanya'. November ini artinya sudah berjalan setahun dan kita lihat harga minyak ke depan seperti apa," imbuhnya.

Meski demikian, Sudirman optimistis dalam kurun beberapa waktu ke depan, masyarakat akan terbiasa dengan harga yang naik turun. Terlihat dalam 5 bulan terakhir, sebenarnya demontrasi sudah cukup berkurang dibandingkan dengan beberapa waktu sebelumnya.

"Masyarakat akan makin terbiasa dengan proses yang naik turun tapi dengan syarat, jangan terlalu sering. Jadi saya optimistis di satu titik masyarakat akan terbiasa, ya perokok saja (harga rokok) naik-turun tetap beli rokok. Nggak pernah demo tuh. Pulsa telepon juga gitu. Nggak ada demo," tegas Sudirman.

(Maikel Jefriando/Angga Aliya)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads