Ini Cara Menteri ESDM Pastikan Hanya Orang Miskin yang Beli Elpiji 3 Kg

Ini Cara Menteri ESDM Pastikan Hanya Orang Miskin yang Beli Elpiji 3 Kg

Maikel Jefriando - detikFinance
Minggu, 31 Mei 2015 18:24 WIB
Ini Cara Menteri ESDM Pastikan Hanya Orang Miskin yang Beli Elpiji 3 Kg
Jakarta - Elpiji 3 kg menjadi komoditas yang akan dibenahi pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi), karena seringkali menimbulkan keributan. Terutama dari sisi penetapan harga dan penyalurannya ke masyarakat.

"Akan selalu terjadi keributan soal elpiji kan. Nah kita lagi berbicarakan bagaimana solusinya," kata Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said di kantor KESDM, Jakarta, Minggu (31/5/2015)

Sudirman telah menjalin komunikasi dengan Kementerian Sosial (Kemensos). Usulannya adalah memastikan hanya masyarakat yang tidak mampu dapat mengkonsumsi elpiji 3 kg. Caranya melalui kartu khusus.

Kartu ini nantinya tidak hanya bisa digunakan untuk membeli elpiji 3 kg. Namun juga untuk pembelian pupuk dan lain sebagainya.

"Kita menggunakan platform, bagaimana satu disparitas harga satu ketika dihilangkan, adalah dengan cara subsidinya diberikan lewat kartu dan uang kartu itu dipakai untuk ke puskesmas, beli gas dan beli pupuk. jadi itu akan ke sana," terang Sudirman

Dimungkinkan masyarakat di luar lingkup kartu tersebut hanya bisa mengkonsumsi elpiji 12 kg yang sudah tidak lagi disubsidi. Karena kembali pada esensinya, subsidi hanya untuk masyarakat tidak mampu.

"Dengan begitu harga pasar tidak ada perbedaan, tapi subsidinya jatuh bukan lewat Pertamina, tapi lewat orang. Orang itu mendapat cash dari pemerintah untuk menopang kekurangan," tegas Sudirman.

Pemerintah masih butuh sedikit waktu untuk mematangkan kebijakannya. Agar saat kebijakan dikeluarkan, masyarakat dapat segera beradaptasi.

"Elpiji tertutup itu adalah approach yang sedang juga coba terus. Tapi tadi bagaimana caranya hilangkan disparitas harga pada satu titik. Mungkin perlu waktu sedikit lagi. Tapi datanya sedang kita terus kaji supaya akurasinya lebih tepat," ujarnya.

(Maikel Jefriando/Angga Aliya)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads