Cegah Inflasi Tinggi, BPS: Bagusnya Sampai Lebaran BBM Tidak Naik

Cegah Inflasi Tinggi, BPS: Bagusnya Sampai Lebaran BBM Tidak Naik

Maikel Jefriando - detikFinance
Senin, 01 Jun 2015 15:16 WIB
Cegah Inflasi Tinggi, BPS: Bagusnya Sampai Lebaran BBM Tidak Naik
Jakarta - Badan Pusat Statistik (BPS) menyarankan agar pemerintah tidak menaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis premium dan solar sampai dengan periode lebaran Idul Fitri. Karena dampaknya terlalu besar untuk masyarakat.

"Kalau bagusnya, sampai lebaran tidak ada kenaikan harga BBM sampai lebaran," ungkap Kepala BPS Suryamin dalam konferensi pers di kantor pusat BPS, Jakarta, Senin (1/6/2015)

Sebab pada periode Juni dan Juli ada faktor musiman yang menggerus daya beli masyarakat. Pertama adalah masa tahun ajaran baru bagi anak sekolah. Banyak masyarakat yang harus mengeluarkan dana yang lebih besar dibandingkan biasanya.

"Kan secara musiman ada faktor tahun ajaran baru untuk anak sekolah," jelasnya.

Kedua adalah kenaikan harga barang saat puasa dan lebaran. Khususnya pada kelompok bahan pangan dan transportasi, komunikasi serta kelompok sandang.

"Saat puasa dan lebaran itu sudah pasti ada kenaikan, seperti yang terjadi di tahun-tahun sebelumnya," ujar Suryamin.

Bila permasalahan ini ditambah dengan kenaikan harga BBM, maka kondisinya akan menjadi lebih buruk. Ada efek psikologis yang terjadi dan mendorong harga kelompok lainnya ikut merangkak naik dan akhirnya menyumbang inflasi yang tinggi.

"Jadi ada faktor psikologis. Dari yang tadinya naik sedikit, jadi tambah besar karena ada kenaikan harga BBM," pungkasnya.

Seperti diketahui, pemerintah memutuskan harga BBM itu tidak berubah per 1 Juni 2015 pukul 00.00 waktu setempat. Dengan demikian, harga BBM jenis Bensin Premium RON 88 di Wilayah Penugasan Luar Jawa-Madura-Bali tetap Rp 7.300/liter dan jenis Minyak Solar Subsidi Rp 6.900/liter. Harga Minyak Tanah juga dinyatakan tetap yaitu Rp 2.500/liter (termasuk PPN).

(Maikel Jefriando/Angga Aliya)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads