"Saat insiden Fukushima terjadi penerimaan publik turun menjadi 30 persen, dari sebelumnya 54 persen. Tapi pada 2014 penerimaan publik naik lagi menjadi 72 persen," jelas Kepala Pusat Diseminasi Iptek BATAN, Totti Tjiptosumirat dalam diskusi di Atom Expo di Batam, Selasa (2/6/2015).
Menurut Totti, Indonesia sudah membangun reaktor untuk riset sejak 1970. Saat ini ada tiga reaktor riset yakni di Yogyakarta, Bandung, dan Serpong. Selama ini reaktor yang mendayagunakan uranium itu bisa aman dikelola.
"Kami mencoba merangkul komunitas dan juga publik dengan sosialisasi di media," urai dia.
Kebutuhan PLTN ini sejalan dengan kebutuhan listrik nasional Indonesia. Saat ini Indonesia mengalami kekurangan listrik di Sumatera juga di sejumlah daerah.
Penelitian sudah dilakukan di Bangka Belitung sebagai lokasi rencana pembangunan PLTN. Diharapkan pada 2024 bisa memenuhi kebutuhan listrik 5 ribu megawatt.
"Ini berdasarkan rencana nasional," tutup dia.
(Indra Subagja/Rista Rama Dhany)











































