Follow detikFinance Follow Linkedin
Selasa, 02 Jun 2015 18:40 WIB

Laporan dari Moskow

RI Siap Bangun PLTN, Hanya Menunggu Izin Pemerintah

Indra Subagja - detikFinance
Moskow - Kebutuhan akan pasokan listrik membuat Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) menjadi kebutuhan. Apalagi sumber daya minyak, batu bara, dan gas bumi semakin berkurang.

PLTN menjadi kunci. Sumber daya manusia dan sumber daya uranium yang dimiliki Indonesia menjadi modal.

"Indonesia siap untuk PLTN, hanya tinggal menunggu izin pemerintah dan kemudian sosialisasi ke publik," kata Ketua Himpunan Masyarakat Nuklir Indonesia, Arnold Soetrisnanto dalam diskusi di Atom Expo, Moskow, Rusia, Selasa (2/6/2015).

Menurut Arnold, setelah insiden Fukushima saat ini berkembang generasi keempat di mana pengelolaan reaktor dilakukan dengan sistem yang lebih aman, termasuk pengelolaan limbahnya.

Untuk dana pembangunan bisa dilakukan dengan sepenuhnya dana dari pemerintah, atau swasta dengan pemberian kredit‎, atau patungan.

"Indonesia memiliki daerah di Kalimantan yang menghasilkan uranium dan di Bangka yang menghasilkan torium," tegas dia.

Pemerintah daerah baik di Bangka dan juga Kalimantan sudah siap untuk PLTN. Dalam perhitungan Arnold, bila sesuai rencana, pada 2025 Indonesia bisa memiliki reaktor nuklir untuk listrik.

"Kebutuhan listrik nasional terpenuhi, sekarang ini saja ada daerah di Kalimantan yang impor listrik dari Sarawak," tutup dia.



(Indra Subagja/Rista Rama Dhany)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com