Ahli-ahli dari Vietnam sudah dikirim belajar di Rusia. Bila Vietnam bisa, lalu Indonesia kapan?
"Di Vietnam ini kan negara sosialis, jadi bisa cepat sekali. Kalau kita harus keputusan bersama, dengan melihat masyarakat," terang Kepala Badan Atom Nasional (BATAN) Djarot Wisnusubroto di Atom Expo, Moskow, Rusia, Selasa (2/6/2015).
Menurut Djarot, berdasarkan survei yang dilakukan pada 2014 yang lalu, 72% masyarakat setuju dengan pembangunan reaktor nuklir untuk pembangkit listrik.
"Ini survei nasional oleh lembaga independen, dan kami tidak mempengaruhi apa-apa. Ada 3 ribu responden yang disurvei," tutur dia.
Ada dua lokasi yakni di Kalimantan dan di Bangka Belitung yang memungkinkan dibangun PLTN. Kedua daerah itu aman dari gempa. Soal keamanan dan pengelolaan saat ini Indonesia memiliki tiga reaktor riset di Bandung, Yogyakarta, dan Serpong.
"Hasil uji feasibility kami dua tempat itu yang paling layak," imbuh dia.
Menutup perbincangan, soal kapan pembangunan reaktor untuk listrik itu, semuanya menunggu keputusan pemerintah.
"Semua bergantung pada keputusan politik pemerintah," tutup Djarot yang menjamin reaktor nuklir aman ini.
(Indra Subagja/Angga Aliya)










































