Kepala Divisi Komunikasi Korporat PGN, Irwan Andri Atmanto mengatakan, panjang pipa gas PGN sepanjang tahun terus bertambah.
Dari data PGN, di 2001 pipa gas BUMN ini mencapai 3.112 km, dan di akhir 2014 bertambah menjadi 6.161 km, yang terdiri dari pipa gas transmisi dan pipa distribusi.
"Tahun ini PGN menambah 490 km di daerah Jawa Barat, Jawa Timur, dan beberapa di Sumatera," kata Irwan kepada detikFinance di sela acara World Gas Conference, di Paris, Prancis, Rabu (3/6/2015).
Sementara hingga 2019 nanti, PGN akan menambah pipa gas hingga mencapai nyaris 4.000 km. Ini sudah termasuk 490 km di 2015 ini.
Menurut data Indonesia Gas Association, cadangan terbukti gas Indonesia adalah 108,4 Triliun Kaki Kubik (TSCF). Sementara cadangan potensial adalah 48,74 TSCF.
Seperti diketahui, dalam setahun terakhir, PGN telah membangun berbagai jaringan pipa. Di antaranya pipa distribusi gas bumi di Lampung 90 km, pipanisasi gas bumi Tanjung Uncang-Panaran di Batam 18 km, pipa Cikande-Bitung 30,5 km, dan proyek clustering CNG di Tambak Aji, Semarang.
Di tahun ini, PGN lewat anak usahanya membangun jaringan pipa Kalimantan-Jawa I atau Kalija I sepanjangn 207 km, yang ditargetkan rampung tahun ini.
Penambahan sejumlah infrastruktur pipa gas, membuat volume penyaluran gas PGN naik ke pelanggannya. Di 2007 lalu, PGN menyalurkan gas 1.150 juta kaki kubik per hari (mmscfd) dan di 2014 adalah 1.710 mmscfd.
(Wahyu Daniel/Rista Rama Dhany)











































