Ini Cara PGN Tingkatkan Gas Rumah Tangga yang Lebih Murah Dari Elpiji

Laporan dari Paris

Ini Cara PGN Tingkatkan Gas Rumah Tangga yang Lebih Murah Dari Elpiji

Wahyu Daniel - detikFinance
Jumat, 05 Jun 2015 11:22 WIB
Ini Cara PGN Tingkatkan Gas Rumah Tangga yang Lebih Murah Dari Elpiji
Paris - Ketergantungan rumah tangga di Indonesia pada elpiji sebagai bahan bakar memasak, membuat impor elpiji terus meningkat. Harga elpiji yang sangat terpengaruh harga di pasaran dunia dan kurs rupiah terhadap dolar, membuat upaya mengurangi ketergantungan itu terus dilakukan. Seperti halnya yang dilakukan oleh PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN).

Sebagai BUMN, PGN mengaku terus memperluas jaringan gas bumi untuk rumah tangga.

Kepala Divisi Komunikasi Korporat PGN Irwan Andri Atmanto mengatakan, pihaknya sudah meluncurkan Program PGN Sayang Ibu, dengan menambah satu juta pelanggan baru gas rumah tangga. Program yang dimulai tahun lalu itu berkelanjutan di tahun-tahun selanjutnya.

"Ada dua cara yang dilakukan PGN dalam memperluas pemanfaatan gas bumi untuk rumah tangga itu," kata Irwan kepada detikfinance di sela-sela acara World Gas Conference di Paris, Perancis, Jumat (5/6/2015).

Dua cara itu adalah, membangun sendiri infrastruktur gas bumi untuk rumah tangga, baik melalui pipa maupun non pipa, dan bersinergi dengan Kementerian ESDM.

Jaringan gas rumah tangga yang dibangun sendiri oleh PGN ini, jelas Irwan, misalnya ada di Kepulauan Riau, Sumatera Utara, DKI Jakarta, Jawa Barat, Banten, Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Gas bumi memang bahan bakar yang lebih efisien dibandingkan elpiji. Sebagai perbandingan, setiap rumah tangga yang per bulan menggunakan elpiji 12 kilogram mesti merogoh kocek sekitar Rp 150.000. Dengan pemakaian yang sama, pelanggan gas bumi PGN hanya perlu mengeluarkan duit Rp 40.000.

Sementara untuk cara kedua, yaitu bersinergi dengan Kementerian ESDM, dilakukan PGN di Jakarta, Tangerang, Bogor, dan Cirebon.

"Dalam sinergi ini kami mengelola dan mengoperasikan jaringan gas rumah tangga yang dibangun oleh Direktorat Jenderal Migas Kementerian ESDM," kata Irwan. Rinciannya adalah DKI Jakarta 4.532 rumah tangga, Tangerang 382 rumah tangga, Cirebon 4.000 rumah tangga dan Bogor 4.320 rumah tangga.

Saat ini Kementerian ESDM sedang membangun jaringan gas di 14 lokasi yaitu Palembang, Surabaya, Sidoarjo, Semarang, Subang, Ogan Ilir, Blora, Sorong, Lhokseumawe dan Pulau Bunyu. Jargas ini akan mengalirkan gas bumi untuk 47.430 rumah tangga.

"Dengan pengalaman PGN menyalurkan gas rumah tangga sejak 1974, kami siap mendapatkan penugasan lanjutan dari Dirjen Migas untuk mengelola dan mengoperasikan jargas rumah tangga itu," kata Irwan.

(dnl/rrd)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads