"Kita sudah mengundang duta besar Prancis kemarin dan respon nya positif," ujar Andrinof di Kantor Gubernur Kalbar, Jl Jend Achmad Yani, Pontianak, Jumat (5/6/2015).
Menurut Andrinof, kondisi geografis antara Lyon dengan Pontianak hampir sama. Kedua kota itu sama-sama dilalui dua Sungai besar. Namun Lyon memanfaatkan sungai dan tepiannya untuk tempat ekonomi sehingga mampu menghasilkan pendapatan negara dan daerah.
"Pontianak prospeknya juga bagus untuk kota jasa, perdagangan, pariwisata dan lokasinya dekat pusat ekonomi dari Jakarta, Singapura, Kuala Lumpur, Hongkong, ini pintu masuk kita," ucapnya.
Andrinof menegaskan, bila program sister city itu dijalankan maka arsitek perencanaan tata kota semuanya berasal dari Indonesia. Dia juga menegaskan, akan mengutamakan sumberdaya lokal dalam membangun Pontianak.
"Arsitekturnya dari Universitas Tanjung Puta, dibantu Bappenas dengan menggunakan sumber daya lokal," tuturnya.
Menanggapi itu, Walikota Pontianak, Sutarmadji, menyambut dengan positif. Menurutnya, butuh bantuan pusat untuk membangun Pontianak lebih maju.
"Belakangan ini sungai diabaikan, oleh karena itu kita ingin ubah tata letak Pontianak, Pontianak harus diubah," ujar Sutarmadji.
(rvk/rrd)











































