Direktur Komersial PT Mitra Bahtera Segara Sejati Tbk, Ika Bethari mengatakan, perusahaan yang paling terpukul dan banyak yang kolaps adaah perusahaan batu bara kelas 2 dan kelas 3.
"Perusahaan besar seperti Kideco, Adaro, dan Berau cukup stabil. Perusahaan yang kena imbas itu pemain yang ada di kelas 2 dan 3 dengan economic of scale yang lebih kecil. Pemain besar bisa bertahan, tapi mereka ini (perusahaan kelas 2 dan 3) yang akhirnya kolaps dan banyak yang tutup," jelas Ika, di sela acara 21st Coaltrans Asia, atau pertemuan industri batubara terbesar dunia yang berlangsung di Bali International Convention Center, Nusa Dua, Bali, Senin (8/6/2015).
Ika mengatakan, karena saat ini lalu lintas pengiriman ekspor batu bara turun signifikan. Karena itu, lebih banyak pengiriman batu bara domestik, porsinya hingga 40%. "Padahal dulu 2012-2013 traffic domestik kita hanya 15%. Bahkan sebelumnya 7-10% saja," imbuh Ika.
(dnl/rrd)











































