Sudirman Said menjelaskan, ketidakhadirannya tersebut bukan bermaksud tidak menghargai Komisi VII DPR, melainkan karena jadwal kerja yang sangat padat.
"Saya ingin mengklarifikasi soal ketidakhadiran, saya bulan Mei sampai Juni memang luar biasa padat, menghadiri beberapa pertemuan yang harus saya sendiri yang hadir. Dan saya lewat forum ini mohon maaf karena beberapa kali tidak bisa hadir memenuhi undangan sebagaimana yang dijadwalkan," ungkap Sudirman dalam Rapat Kerja di Ruang Komisi VII DPR, Selasa (9/6/2015).
Tapi ketidakhadirannya tersebut sudah dikonfirmasi jauh-jauh hari, sebelum tanggal rapat kerja dilangsungkan.
"Saya harus menyampaikan bahwa kami sudah menyampaikan surat mengenai alasan ketidakhadiran. Tidak ada maksud untuk tidak menghormati undangan parlemen. Kami sadar bahwa kita sama-sama menjalani tugas kenegaraan, dan dengan komunikasi yang baik lisan maupun tulisan kami menjelaskan kegiatan kami," jelasnya.
Ia memaparkan, bagaimana padatnya jadwal kerja Menteri ESDM sejak Mei-Juni. Misalnya pada pertengahan Mei Ia harus menyusul rombongan Presiden ke Papua New Ginie karena tiba-tiba pihak di sana ingin membicarakan soal migas. Dan tentunya tidak mungkin diwakili menteri lain.
"Jadi kami berangkat menyusul. Agak tiba-tiba karena pagi dikabari sore harus berangkat," katanya.
"Kemudian pada tanggal 22 dan 24 Mei, kami mendapat tugas utuk menyertai Bapak Menko Perekonomian memimpin delegasi untuk membahas soal joint ekonomi antaraβ Iran dan Indonesia. Pertemuan ini adalah tindak lanjut Konferensi Asia Afrika. Sekali lagi juga tidak mungkin diwakilkan karena membahas migas juga," tambahnya.
Ia menegaskan, ketidakhadirannya memenuhi undangan Komisi VII untuk rapat kerja suda disampaikan pada surat tanggal 19, 21 dan 27 Mei.
"Jadi tidak ada sama sekali kami tidak ada maksud untuk tidak menghargai parlemen," tutupnya.
Sebelumnya, banyak anggota Komisi VII yang mempermasalahkan 4 kali ketidakhadiran Menteri ESDM ketika diundang rapat kerja.
"Karena rapat sudah dibuka, saya mau interupsi. Inti pertanyaan saya adalah mengapa 4 kali Pak Sudirman (Sudirman Said Menteri ESDM) nggak hadir memenuhi panggilan parlemen. Harus dijelaskan karena ini bisa dianggap tidak menghargai parlemen dan menghalangi parlemen untuk menjalani tugasnya," tutur Ramson dalam interupsinya, Selasa (9/6/2015).
(rrd/dnl)











































