Pemerintah Usul Produksi Minyak Hanya 850.000 Barel/Hari di 2016

Pemerintah Usul Produksi Minyak Hanya 850.000 Barel/Hari di 2016

Dana Aditiasari - detikFinance
Selasa, 09 Jun 2015 18:22 WIB
Pemerintah Usul Produksi Minyak Hanya 850.000 Barel/Hari di 2016
Jakarta - Pemerintah menargetkan produksi minyak tahun depan mencapai 850.000 barel/hari, atau lebih tinggi sedikit dibandingkan target produksi minyak tahun ini sebanyak 825.000 barel/hari.

Sementara realisasi produksi minyak nasional hingga Mei 2015 hanya mencapai rata-rata 752.000 barel per hari.

"Kami perkirakan asumsi lifting minyak tahun depan berada di 830.000 barel/hari untuk low case dan 850.000 barel/hari untuk high case," ujar Menteri ESDM, Sudirman Said, dalam rapat kerja membahas asumsi makro minyak dan gas bersama Komisi VII DPR RI di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (9/6/2015).β€Ž

Dalam paparannya, Sudirman juga menyampaikan asumsi perkiraan harga jual minyak mentah Indonesia atau Indonesian Crude Price (ICP) tahun depan berada di kisaran US$ 60-70 per barel atau naik sebesar US$ 10 per barel dibanding tahun ini.

"Kami memang tidak bisa memprediksi secara pasti soal harga karena siapapun dia, baik itu Menteri dan perusahaan energi mengakui sangat sulit memperkirakan harga. Tapi yang sekarang menjadi tugas kami adalah menjaga agar semua berjalan dengan asumsi bawah dan atas yang sudah disiapkan," ujar Sudirman.

Meski menargetkan akan terjadi peningkatan pada angka lifting dan ICP tahun depan, asumsi lifting gas Indonesia 2016 diprediksi berada di angka 1.100 hingga 1.200 juta kaki kubik per hari (mmscfd). Dengan asumsi tersebut, itu artinya angka lifting gas 2016 menurun dibandingkan target lifting gas tahun ini sekitar 1.221 mmscfd.
β€Ž
Dalam rapat kerja hari ini belum diputuskan apakah DPR menyetujui usulan dan pandangan dari Kementerian ESDM. Rapat kerja masih akan dilanjukan lagi pada hari Kamis mendatang. Rapat hari ini ditutup pukul 17.00 WIB.

"Rapat hari ini kita batasi soal asumsi makro dan lifting migas saja. Yang lebih lanjut akan dibahas kembali pada hari kamis tanggal 11 Juni 2015," ujar Ketua Komisi VII Kardaya Warnika yang juga pemimpin rapat sembari menutup rapat sore itu.

(dna/rrd)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads