BIN Turun Tangan Cegah Aksi Penimbunan BBM Jelang Lebaran

BIN Turun Tangan Cegah Aksi Penimbunan BBM Jelang Lebaran

Lani Pujiastuti - detikFinance
Rabu, 10 Jun 2015 14:14 WIB
BIN Turun Tangan Cegah Aksi Penimbunan BBM Jelang Lebaran
Jakarta - Pemerintah tidak ingin pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) ke masyarakat pada saat Puasa dan Lebaran terganggu. Untuk mencegah aksi penimbunan BBM, Kementerian ESDM menggandeng Badan Intelijen Negara (BIN) dan kepolisian.

"Antisipasi penimbunan BBM dan elpiji kita koordinasi dengan BIN dan kepolisian untuk antisipasi itu," kata Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi IGN Wiratmaja Puja, di Kantornya, Plaza Centris, Kuningan, Jakarta (10/6/2015).

Wiratmaja memastikan, pasokan BBM aman dan cukup selama puasa dan lebaran tahun ini.

"Pasokan dan stok cukup untuk mengatasi pola konsumsi selama Puasa dan Lebaran," katanya.

Ia mengatakan, dua minggu sebelum Lebaran konsumsi BBM akan mengalami peningkatan, sementara konsumsi avtur akan meningkat beberapa hari sebelum Lebaran.

"Justru Lebaran konsumsi BBM turun, karena masyarakat bersilaturahmi," ucapnya.

Untuk mengamankan pasokan BBM sepanjang puasa dan lebaran ini, pasokan premium akan ditambah 17,8% dari pasokan normal 76.258 kilo liter (KL) per hari menjadi 89.817 KL/hari. Tapi untuk minyak solar pasokan akan diturunkan 10,7% dari 37.228 menjadi 33.250.

"Konsumsi solar turun cukup drastis saat lebaran karena industri libur, meski untuk transportasi naik," ungkapnya.

Wiratmaja menambahkan, konsumsi avtur akan naik pada puncaknya beberapa hari jelang lebaran. Avtur akan naik 10,1% dari 11.534 KL/hari menjadi 12.701 KL/hari.

Sementara untuk pasokan elpiji, jelang Lebaran konsumsinya akan naik cukup tajam. Saat Lebaran hari pertama dan kedua akan turun dan di hari ketiga menanjak lagi. Permintaan elpiji naik 5% dari 19.793 MT/hari menjadi 20.762 MT/hari.

"Kita instruksikan Pertamina buka posko-posko pengaduan ketersediaan BBM di SPBU daerah-daerah. Kementerian ESDM akan buka posko juga di media room mulai 1 Juli atau 17 hari sebelum Lebaran. Posko ini akan aktif memonitor seluruh Indonesia bagaimana konsumsi BBM (premium, solar, avtur, dan elpiji)," tutup Wiratmaja.

(rrd/hen)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads