Hal tersebut seperti diungkapkan Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi IGN Wiratmaja Puja, di kantornya, Kuningan, Jakarta, Rabu (10/6/2015).
"Di NTT ada sebuah pulau tidak punya SPBU. Tiga bulan masyarakat di sana kembang-kempis harga BBM sampai Rp 30 ribu/liter," kata Wiratmaja.
Ia mengungkapkan, hal tersebut disebabkan disebabkan, pulau tersebut hanya ada kapal-kapal kecil yang bisa bawa BBM ke pulau. Saat gelombang tinggi, kapal ini tidak bisa melaut.
"Target di NTT kita akan bangun 4 depo di sana. Memang, dikalkulasikan nggak ekonomis (menguntungkan), karena kebutuhannya nggak banyak, kita sedang carikan solusi untuk ini," katanya.
Ia menambahkan, selain di NTT, di Sorong Selatan juga butuh depo BBM, tapi bila dibangun tidak ekonomis.
"Kita akan ke Makassar besok selama 2 hari untuk adakan forum diskusi soal roadmap migas di Indonesia timur. Kita akan undang investor untuk berdiskusi. Kalau setelah diundang, investor tidak ada yang tertarik, maka negara harus hadir. Kami akan ajukan didanai pemerintah," tutup Wiratmaja.
(rrd/dnl)











































