Tegang! Suasana 'Rapat Minyak' Menteri ESDM dan DPR

Tegang! Suasana 'Rapat Minyak' Menteri ESDM dan DPR

Dana Aditiasari - detikFinance
Kamis, 11 Jun 2015 12:40 WIB
Tegang! Suasana Rapat Minyak Menteri ESDM dan DPR
Jakarta - Rapat kerja Komisi VII DPR dengan Menteri ESDM Sudirman Said berlangsung tegang. Sudirman bicara lantang dengan nada tinggi, karena anggota DPR mempersoalkan data realisasi produksi atau lifting minyak, antara perusahaan minyak dengan data Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) berbeda.

Awalnya, petinggi perusahaan minyak atau Kontraktor Kontrak Kerjasama (KKKS) dari Pertamina EP dan Chevron Pacific Indonesia mempresentasikan angka lifting minyaknya. Namun di tengah persentasi tersebut, anggota Komisi VII DPR tiba-tiba mengajuan interupsi.

"Kok angka yang disampaikan KKKS berbeda dengan yang kami terima dari SKK Migas? Tolong jangan sampaikan angka-angka yang tidak bisa kami ikuti," kata Ketua Komisi VII DPR sekaligus pimpinan rapat, Kardaya Warnika, di Ruang Komisi VII DPR, Jakarta, Kamis (11/6/2015).

"Angka-angka yang disampaikan SKK Migas dengan KKKS terjadi deviasi yang sangat signifikan, kita patut pertanyakan kenapa bisa terjadi. Ada sesuatu yang miss di sini," tambah Anggota Komisi VII Faksi Gerindra Harry Poernomo.

Mendengar interupsi anggota Komisi VII DPR tersebut, Sudirman menjelaskan, angka-angka tersebut belum resmi dilaporkan ke SKK Migas, sehingga belum final.

Ia menegaskan, jangan sampai perbedaan angka ini dijadikan dasar anggota Komisi VII DPR menilai ada yang tidak beres dalam tata kelola minyak dan gas bumi nasional.

"Saya sendiri sudah jelaskan bahwa memang 2016 siklus budget-nya belum sampai. Angka ini belum dikalibrasi oleh SKK Migas. Jadi kalau bicara sistem, forum ini (rapat dengan Komisi VII) yang merusak sistem. Maaf bicara saya agak keras," tegas Sudirman.

"Kalau mau bicara sistem, saya Menteri ESDM Pak, ini angka saya, saya bertanggung jawab atas penyampaian angka ini. Saya punya instrumen namanya SKK Migas, biarkan SKK migas mengatur KKKS. Tapi kalau bapak tanya satu-satu yang memang belum waktunya disampaikan lalu di tes dengan angka-angka yang ada tentu jadinya akan berantakan," tambahnya.

Ia menegaskan, industri minyak dan gas bumi masih di bawah kontrol dan pengawasannya, perbedaan data antara SKK Migas dengan KKKS, bukan berarti sistem hulu migas berantakan.

"Alat tesnya yang berantakan, bukan sistemnya. Jadi Bapak-bapak sekalian tolong. Ruangan ini adalah salah satu pembentuk suasana hati bangsa. Pernyataan bapak-bapak akan menciptakan bagaimana bangsa memandang kita. Saya keberatan kalau dikatakan sistem merusak. System is fine. I am in full control," ujar Sudirman dengan nada keras dan tinggi.

Mendengar pernyataan Sudirman tersebut, susana menjadi hening, anggota Komisi VII DPR terdiam.

Sudirman melanjutkan pernyataanya, bahwa angka lifting atau produksi, sampai rencana produksi 2016, memang belum waktunya dilaporkan ke Kementerian ESDM.

"Saya sudah tanya Kepala SKK Migas, apakah angka ini sudah waktunya disampaikan? Belum. Kapan waktu yang seharusnya? September. Sekarang tanggal, sekarang baru tanggal 11 Juni 2015. Kita masih ada waktu 3 bulan untuk KKKS menyiapkan angka pasti data yang lengkap. Jadi kalau data ini dipermasalahkan karena memang data ini belum waktunya disampaikan," tutup Sudirman.

(rrd/dnl)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads