"PGN telah menandatangani MoU dengan 4 industri di kawasan industri Wijaya Kusuma, yang akan mendapat pasokan CNG sebanyak 60 ribu meter kubik per bulan," kata Seketaris Perusahaan PGN, Heri Yusup dalam keterangannya, Kamis (11/6/2015).
Heri mengatakan, pengembangan wilayah gas ini menggunakan sistem Pressure Reducing Station (PRS). Dengan sistem ini, PGN tidak perlu membangun pipa dari sumur gas ke konsumen, yang jaraknya cukup jauh.
"Di mana gas bumi akan di angkut melalui moda transportasi truk dalam bentuk gas bumi terkompresi (CNG), untuk kemudian dapat disalurkan kepada pelanggan di cluster tersebut dengan sistem PRS," ungkap Heri.
Heri menambahkan, sebelumnya PGN sudah mengembangkan wilayah gas di Kawasan Tambak Aji, Semarang pada 2014. Dengan adanya cluester ini, tidak hanya industri di Tambak Aji saja yang bisa menikmati murahnya gas bumi, tapi rumah tangga juga bisa mendapatkan pasokan gas bumi untuk memasak sehari-hari.
Bagi industri di Tambak Aji saat ini, memanfaatkan gas bumi sebagai burner, gas engine, dan cold storage. Sektor industri yang memanfaatkan gas bumi cukup beragam dari industri makanan, pakan, logam, tekstil dan jamu.
"Tahun ini, terdapat sebanyak tujuh pelanggan di Cluster Tambak Aji yang sudah siap menikmati Compressed Natural Gas (CNG) dari PGN dengan kapasitas mencapai 114 ribu meter kubik per bulan, atau setara dengan konsumsi 120 ribu liter solar non subsidi per bulan. Dengan menggunakan gas bumi tersebut pelanggan dapat menghemat biaya energi hingga Rp 1,7 miliar per tahun," ungkap Heri lagi.
(rrd/dnl)











































