Berdasarkan paparan Menteri ESDM Sudirman Said, dalam Rapat Kerja dengan Komisi VII DPR, Rabu (11/6/2015), penyumbang produksi gas bumi nasional paling banyak tetap masih dipegang PT Total E&P Indonesie yang berasal dari Blok Mahakam, di Kalimantan Timur.
"Produksi total tahun ini mencapai 1.745 mmscfd, meningkat sekitar 6% dibandingkan produksi tahun lalu sebesar 1.649 mmscfd," kata Sudirman. Blok ini pada 2017 akan diambil alih oleh PT Pertamina (Persero).
Produksi gas bumi terbesar ke dua ada dari BP Tangguh, yang produksi gasnya berasal dari Blok Tangguh, di Papua.
"Produksi gas BP Tangguh hari ini rata-rata 1.205 mmscfd, lebih rendah dibandingkan produksi tahun lalu sebanyak 1.262 mmscfd," katanya.
Perusahaan ke tiga dengan produksi gas bumi terbesar di Indonesia ada dari ConocoPhillips, dari Blok Grissik, di Sumatera. Produksi perusahaan Amerika Serikat (AS).
"Produksi gas ConocoPhillips tahun ini rata-rata 1.071 mmscfd, turun signifikan dibandingkan produksi tahun lalu sebanyak 1.133 mmscfd," katanya.
Sementara, perusahaan dalam negeri berada di urutan ke empat yakni dari PT Pertamina EP yang memiliki produksi gas bumi dari berbagai blok migas di seluruh Indonesia. Total produksi gasnya tahun ini mencapai 1.113 mmscfd.
"Produksi gas Pertamina EP tahun ini naik 4%, dibandingkan produksi gas tahun lalu yang mencapai sekitar 1.071 mmscfd," tutup Sudirman.
(rrd/dnl)











































