Agar produksi minyak mampu naik walau tipis hanya 0,6%, Indonesia sangat tergantung akan kinerja produksi minyak dari Blok Cepu di Jawa Timur, yang dikelola Mobil Cepu Ltd yang merupakan anak usaha dari Exxon Mobil.
"Kami 2 kali ke Blok Cepu untuk melihat apakah target tahun ini bisa tercapai. Jawaban temen-temen di lapangan masih optimis, dan memang andalan kita masih di Cepu," kata Menteri ESDM Sudirman Said di dalam rapat kerja dengan Komisi VII DPR, Senin (15/6/2015).
Sudirman mengatakan, dirinya optimis target produksi minyak 830.000 barel/hari mampu tercapai di 2016.
"Angka ini adalah angka yang sangat baik untuk menjadi pegangan. Tetapi catatan saya, angka ini masih bisa berubah sesuai kondisi terkini, karena kita masih punya waktu untuk menetapkan angka fix di Oktober. Angkanya masih bisa lebih tinggi, tapi 830.000 barel/hari adalah angka yang bisa dipegang," ungkap Sudirman.
Sejak era pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Blok Cepu memang dijadikan andalan agar produksi minyak dapat naik tinggi. Bahkan SBY sempat mengeluarkan Instruksi Presiden Nomor 2 Tahun 2012 tentang peningkatan produksi minyak bumi nasional mencapai 1,01 juta barel per hari, kepada para menteri dan gubernur agar melakukan percepatan proyek Cepu bisa selesai, dan agar pada 2014 produksi minyak dapat mencapai 1,01 juta barel barel.
Namun, dalam perkembangannya sejumlah masalah seperti perizinan menghambat proyek ini, sehingga proyek Blok Cepu molor.
Produksi blok yang dikelola Exxon Mobil ini sekarang sekitar 48.000 barel/hari tetapi pada November bisa naik menjadi 205.000 barel/hari.
(rrd/hen)











































