"Kalau kita, kita siapkan sejak 30 tahun. Kita sudah studi tapak di Jepara, Bangka. Sumber Daya Manusia (SDM) kita mencukupi. Kita layak. Kita sudah punya 3 reaktor nuklir tapi hanya untuk riset," kata Kepala Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) Djarot Sulistio, saat diskusi PLTN di Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Selasa (16/6/2015).
Djarot menegaskan, Indonesia sudah seharusnya membangun PLTN, karena persiapan sudah matang sekali, apalagi banyak investor yang menawarkan berbagai teknologi nuklir yang canggih untuk PLTN.
"Rusian, China, sampai Prancis ngebet bangun PLTN di Indonesia. Dan, kita sudah siap, bayangkan kita sudah melakukan persiapan selama 30 tahun," tegasnya.
Bahkan, Djarot mengungkapkan, negara di kawasan ASEAN yakni Vietnam sudah bergerak lebih cepat dibandingkan Indonesia dalam hal PLTN. Karena negara tersebut sudah mulai membangun PLTN.
"Vietnam di sana kontrak dengan Rusia untuk PLTN tahap 1. Kalau tahap 2 dengan Jepang," sebutnya.
Ia menambahkan, walau sudah siap tapi pembangunan PLTN di Indonesia harus mendapat persetujuan dari Presiden.
"Perlu persetujuan Presiden. Harus ada gong dari presiden baru proses berikutnya," sebutnya.
(feb/rrd)











































