"Jadi pertama, kilang minyak kapasitas maksimum 850.000 barel per hari, tetapi karena kenaikan demand tadi perlu kita antisipasi kekurangan dari impor," kata Direktur Utama Pertamina, Dwi Soetjipto, ditemui di Gedung DPR, Selasa (16/6/2015).
Dwi mengatakan, untuk impor minyak dan BBM tersebut, Pertamina memerlukan banyak dolar AS. Dibutuhkan sebanyak US$ 400-500 juta dolar AS per hari hanya untuk impor minyak dan BBM.
"Rata-rata sehari membutuhkan US$ 400-500 juta dolar AS," ungkap Dwi.
Ia menambahkan, kebutuhan dolar sebanyak itu digunakan untuk impor BBM dan minyak mentah sekitar 750.000 barel per hari.
"Kalau kebutuhan BBM nasional kan 1,6 juta barel per hari, produksi BBM dari kilang 850.000, jadi yang kita impor 750.000 barel per hari," tutup Dwi.
Apalagi jelang lebaran tahun ini, kebutuhan BBM meningkat yang artinya kebutuhan dolar juga meningkat sekitar 15%.
"Puasa dan lebaran ini, kebutuhan premium naik 18%, solar 11%, dan avtur 10%. Artinya dolar naik 10-15%," tutup Dwi.
(rrd/dnl)











































