"Elpiji 12 kg dengan 3 kg disparitasnya terlalu lebar. Harga elpiji 12 kg itu hampir Rp 12.000/kg, sementara elpiji 3 Kg dari dulu hanya Rp 4.350/kg," kata Direktur Pemasaran PT Pertamina (Persero) Ahmad Bambang, dalam rapat dengan Komisi VII DPR, di Ruang Komisi VII DPR, Selasa (16/6/2015).
Bambang mengatakan, harga elpiji 12 kg tersebut merupakan harga pasar atau keekonomian, sedangkan elpiji 3 kg murah hanya Rp 4.350/kg karena disubsidi negara. Namun, akibatnya di lapangan terjadi pengoplosan di mana elpiji 12 kg dioplos atau diisi gas dari elpiji 3 kg. Dampak lain, penjualan elpiji 12 kg terus menurun.
"Sales terjadi penurunan 12 kg dan kenaikan 3 kg jadi terjadi migrasi, indikasi terjadi oplosan, maka kami melakukan sidak, di Semarang 22 agen dan pangkalan kena sidak dan saksi karena tidak sesuai dengan ketentuan, melanggar, nimbun, dan ngoplos. Kami akan terus tertibkan agen dan pangkalan," tutup Bambang.
(rrd/hen)











































