Impor BBM Pertamina Melonjak 233%, Ini Penyebabnya

Impor BBM Pertamina Melonjak 233%, Ini Penyebabnya

Rista Rama Dhany - detikFinance
Rabu, 17 Jun 2015 11:46 WIB
Impor BBM Pertamina Melonjak 233%, Ini Penyebabnya
Jakarta - Untuk mengamankan pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) pada puasa dan lebaran tahun ini, PT Pertamina (Persero) membutuhkan dolar Amerika Serikat sebanyak US$ 500 juta/hari atau sekitar Rp 6,5 triliun, atau naik 233%. Namun untuk hari biasa BUMN ini memerlukan dolar AS sebanyak US$ 150 juta/hari, atau sekitar Rp 1,95 triliun/hari.

"US$ 500 juta/hari itu hanya untuk mengamankan pasokan BBM saat puasa dan lebaran saja. Tapi kalau hari normal kebutuhan dolar AS di bawah US$ 150 juta," kata Direktur Pemasaran Pertamina, Ahmad Bambang, kepada detikFinance, Rabu (17/6/2015).

Bambang mengatakan, karena saat puasa dan lebaran kebutuhan dan konsumsi BBM masyarakat meningkat cukup signifikan. Untuk itu, pihaknya harus menambah lebih banyak lagi impor BBM.

"US$ 400 juta-US$ 500 juta itu karena kita harus tambah impor BBM, karena saat periode ini kebutuhan BBM meningkat signifikan," ujar Bambang.

Bambang merinci, untuk mengamankan pasokan BBM periode ini, Pertamina menambah impor Premium lebih banyak 1 juta barel per bulan dari impor biasanya. Sedangkan solar ditambah 500.000 barel lebih banyak dari impor periode biasa.

"Jadi bisanya kita impor premium itu sebanyak 8 juta barel per bulan, kali ini ditambah jadi 9 juta barel per bulan. Kita tambah sejak Juni dan Juli, artinya ada tambah 2 juta barel total sebanyak 10 juta barel untuk amankan pasokan premium pada puasa dan lebaran," ungkapnya.

"Sedangkan tambahan solar itu sebanyak 500.000 barel saja per bulan, hanya sebagai stok build-up, apalagi konsumsi solar turun saat puasa dan lebaran. Sementara untuk impor minyak mentah saat ini belum ada tambahan, karena kapasitas produksinya kan sudah maksimal, tidak naik lagi," tutupnya.

(rrd/dnl)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads