Jumat, Pemerintah Umumkan Keputusan Final Blok Mahakam

Jumat, Pemerintah Umumkan Keputusan Final Blok Mahakam

Rista Rama Dhany - detikFinance
Rabu, 17 Jun 2015 17:45 WIB
Jumat, Pemerintah Umumkan Keputusan Final Blok Mahakam
Total E&P
Jakarta -

Pemerintah akan mengumumkan keputusan final soal kelanjutan Blok Mahakam, ladang gas bumi di Kalimantan Timur yang kontraknya habis pada 31 Desember 2017, pada Jumat (19/6/2015).

"Jumat Pukul 07.30 WIB, Pak menteri akan menyampaikan keputusan Blok Mahakam yang sudah disetujui Presiden Jokowi," kata Direktur Pembinaan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi, Ditjen Migas, Kementerian ESDM, Djoko Siswanto, kepada detikFinance, Rabu (17/6/2015).

Namun Djoko masih merahasiakan berapa share saham yang dimiliki Pertamina dan Total E&P Indonesie di Blok tersebut. "Besok semua akan diberitahu secara rinci," tutupnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Seperti diketahui, untuk mengelola Blok Mahakam diperlukan dana yang cukup besar, Total E&P saja menghabiskan dana investasi US$ 2 miliar per tahun.

Blok Mahakam sampai saat ini menghasilakan produksi gas bumi nasional paling besar di Indonesia. Total sudah hampir 50 tahun mengelola blok ini, dan kontraknya akan berakhir pada 31 Desember 2017.

Tahun depan, Total E&P Indonesie menargetkan produksi gas dari Blok Mahakam sebanyak 1.198-1.307 mmscfd (juta kaki kubik per hari).

Salah satu keuntungan Pertamina menawarkan saham Blok Mahakam ke Total adalah, Pertamina dapat saham blok milik Total yang ada di berbagai negara.

Berdasarkan data Pertamina, Blok Mahakam merupakan penghasil hidrokarbon terbesar di Indonesia dengan cadangan awal gas bumi sebanyak 36 Trilun Kaki Kubik (TCF)

Selain itu, dari sekitar Blok Mahakam ada potensi tambahan lain sebanyak 2,8 TCF. Memang setelah mencapai puncak produksi gas pada 2009 mencapai 2,8 miliar kaki kubik per hari (bcfd), produksi gas di Blok Mahakam terus menurun.

Blok Mahakam telah dikelola sejak 31 Maret 1967, oleh Total E&P Indonesia sebagai operator dengan share saham 50% dan Inpex dengan share saham 50%.

Sebelumnya, Menteri ESDM Sudirman Said mengatakan, Pertamina dan pemerintah memberikan peluang kembali pada Total ikut mengelola Blok Mahakam. Total telah mengajukan proposal untuk dapat kembali mengelola Blok Mahakam bersama-sama dengan Pertamina.

"Mereka (Total) menyampaikan aspirasi. Berapa? Rahasia dong. Angkanya (share saham) masuk akal, tapi saya nggak mau nyebut," kata Sudirman.

(hen/hen)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads