Jumlah tersebut hampir tidak terlalu berbeda dengan anggaran subsidi BBM tahun ini sebanyak Rp 17,90 triliun atau stagnan.
"2016 diusulkan anggaran subsidi BBM sekitar Rp 17,52-Rp 17,92 triliun," kata Menteri ESDM Sudirman Said dalam paparannya di Rapat Kerja dengan Komisi VII DPR, Senin (22/6/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sudirman mengatakan, berdasarkan prognosa realisasi solar subsidi sampai Desember 2015, diperkirakan jumlahnya menurun sebesar 0,23 juta kilo liter.
"Turunnya konsumsi solar ini akibat larangan kapal nelayan di atas 30 GT konsumsi solar subsidi," kata Sudirman.
Namun, di luar kebijakan larangan kapal 30 GT menggunakan solar subsidi, diperkirakan terjadi pertumbuhan konsumsi solar sebesar 5-7,5% tahun depan.
"Ini memperhitungkan rencana pembangunan infrastruktur yang sedang berjalan khususnya dalam program poros maritim," ujarnya.
Sementara minyak tanah, berdasarkan realisasi penyaluran hingga Mei 2015 terjadi penurunan konsumsi sebanyak 20% bila dibandingkan dengan realisasi 2014.
"Ini akibat program konversi minyak tanah ke Elpiji yang terus berjalan. Total ada 1,128 juta paket perdana elpiji yang dibagikan di tahun ini," tambah Sudirman.
Seperti diketahui, anggaran subsidi BBM sejak tahun ini dipangkas habis oleh Pemerintahan Presiden Joko Widodo. Di mana tahun-tahun sebelumnya subsidi BBM berkisar di angka Rp 276 triliun per tahun.
Terpangkasnya subsidi BBM ini karena pemerintah telah menghapuskan subsidi untuk premium sejak awal tahun.
Rapat Kerja Dihadiri 22 Anggota DPR
Rapat kerja antara Komisi VII DPR dengan Menteri ESDM yang sejatinya dijadwalkan Pukul 10.00 WIB, baru dimulai pukul 11.30 WIB.
Hadir sebanyak 22 anggota DPR dan rapat dipimpin oleh Wakil Ketua Komisi VII DPR dari Fraksi Golkar, Satya W. Yudha.
(rrd/hen)











































