Mengapa dianggap ambisius? Pasalnya, selama Indonesia merdeka atau sampai saat ini, Indonesia baru memiliki kapasitas listrik total sekitar 55.000 MW.
Bahkan bila berkaca pada proyek-proyek listrik seperti Fast Track Program (FTP) 10.000 MW Tahap I saja yang dimulai pada 2006. Berdasarkan data Kementerian ESDM yang dikutip detikFinance, Selasa (23/6/2015), baru selesai sebanyak 7.401 MW. Masih sekitar 2.406 MW yang dalam proses pembangunan, dan 120 MW masih terkendala.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ini belum lagi program FTP 10.000 MW Tahap II yang dimulai 2010 lalu, saat ini yang sudah selesai baru 55 MW.
Apalagi, dana yang dibutuhkan untuk mega proyek 35.000 MW ditaksir mencapai 1.189 triliun.
Dari dana sebanyak itu, dibagi dua antara PT PLN (Persero) dan pihak swasta atau Independen Power Producers (IPP). Di mana PLN harus bisa menyiapkan dana sedikitnya Rp 609 triliun, sedangkan pihak IPP ditargetkan punya dana sekitar Rp 580 triliun.
Mungkinkah proyek 35.000 MW ini selesai dalam 5 tahun ke depan?
Jokowi sendiri menegaskan, bahwa proyek 35.000 MW ini bukan ambisius, namun bisa dicapai di masa 5 tahun pemerintahannya.
Asal dananya dari mana? Simak tulisan berikutnya.
(rrd/dnl)










































