Freeport Indonesia dalam presentasinya kepada DPR seperti dikutip detikFinance, Selasa (23/6/2015) menyebutkan, kontribusi Freeport besar itu kepada Indonesia melalui pembayaran pajak, dividen, dan royalti.
Dalam kurun waktu 4 tahun terakhir, PT Freeport Indonesia telah memberikan kontribusi lebih dari US$ 37,46 miliar, dan akan berkontribusi lebih banyak lagi kepada pemerintah US$ 6,5 miliar dalam empat tahun mendatang dalam bentuk pajak, dividen, dan pembayaran royalti.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Total investasi Rp 86 triliun, 94% total investasi tambang tembaga di Indonesia, 30% total investasi di Papua, 5% total investasi di Indonesia.
Perkiraan investasi untuk pengembangan tambang bawah tanah Indonesia ke depan Rp 160-Rp 180 triliun.
Hingga 30 Desember 2014, cadangan Freeport Indonesia sebesar 2,27 miliar ton bijih, terdiri dari 1,02% tembaga, 0,83 gram/ton emas, dan 4,32 gram/ton perak.
Sebesar 58% penjualan produk konsentrat tembaga untuk konsumsi domestik.
Dari 30.004 karyawan, 21.462 atau 72% non Papua, 7.772 atau 26% asli Papua, dan 770 atau 2% asing.
Freeport Indonesia juga proaktif mengikutsertakan karyawan ke dalam program Jaminan Kesehatan Nasional di luar program asuransi kesehatan perusahaan.
Potensi kontribusi ke negara dari program Jaminan Kesehatan Nasional sebesar Rp 30 miliar per tahun, dengan 33.512 peserta dari karyawan dan keluarga.
(drk/rrd)











































