"Kami sama-sama mengupdate perkembangan kelistrikan di kedua negara. Adalah kerjasama pembangkit listrik dan transmisi kedua negara. Salah satunya kerjasama ekspor-impor. Kerjasama ini ditandatangi waktu KTT ASEAN, sekarang proyeknya sedang berjalan. Artinya ada engineering, design dan segala macam," kata Sudirman Said usai pertemuan, di Kantor Kementerian ESDM, Jalan Medan Merdeka Selatan No 18, Jakarta Pusat, Jumat (26/6/2015).
Sudirman mengatakan, kedatangan Menteri Malaysia tersebut, untuk mempercepat proyek tersebut, di mana ada dua wilayah pertama Indonesia ekspor listrik dari Sumatera ke Malaysia, kedua Malaysia ekspor listrik dari Sabah ke Kalimantan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi idenya adalah kelebihan yang dimiliki Malaysia bisa kita impor, sebaliknya kalo kita punya kelebihan power tentu kita bisa ekspor ke Malaysia," katanya.
Menteri Teknologi Hijau dan Air, Datuk Seri Panglima Dr. Maximus Johnity mengambahkan, Tenaga Nasional Berhad (PLN Malaysia) dan PT PLN (Persero) menjalin kerjasama untuk ekspor-impor listrik.
"Kerjasama ini untuk mengekspor tenaga yang dibeli dijalur 600 megawatt (MW). Di Malaysia ada kebutuhan listrik tinggi saat pagi-siang, di Indonesia pada saat malam. Dengan begitu kita beli ekspor ini dapat direalisasikan secepat mungkin," kata Maximus.
"Di Borneo (Kalimantan) antara Kucing dan Pontianak, ada kerjama untuk ekspor listrik. Kita di Semenanjung ada 22.000 MW, di Sabah 1.200 MW, di Serawak lebih 2.000 MW," tutupnya.
(rrd/hen)











































