"Ketahanan energi itu nafasnya ada di penemuan cadangan, kalau tidak dilakukan eksplorasi maka ketahanan energi bisa terganggu. Dan itu yang tidak kami inginkan," kata Dwi dalam keterangannya, Sabtu (27/6/2015).
Untuk mendapatkan temuan cadangan mingas yang baru, tidak ada cara selain aktif melakukan survei seismik di setiap wilayah kerja migas yang dikelola.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seperti yang dilakukan Pertamina EP, anak usaha Pertamina, menargetkan pengeboran eksplorasi sebanyak 9 sumur yang terdiri dari 5 sumur wildcat (sumur yang dibor pertama kali) untuk menentukan keterdapatan minyak dan gas pada lokasi yang masih baru, dan 4 sumur deliniasi yang bertujuan untuk mencari batas-batas penyebaran migas pada lapisan penghasilnya.
Dari kegiatan eksplorasi tersebut diharapkan dapat mencapai target penemuan cadangan sampai dengan 90 Juta Barel Minyak Ekuivalen (MMBOE) selama tahun 2015, yang terdiri dari minyak sebesar 22 Juta Barel Minyak Mentah (MMBO) dan gas bumi sebesar 390 Milyar Standar Kaki Kubik (BSCF).
"Seluruh upaya yang kami lakukan ini demi menemukan cadangan migas bagi kepentingan Bangsa Indonesia. maka dari itu kami memohon dukungan dari para pemangku kepentingan agar kegiatan seismik ini dapat berjalan dengan lancar," tutup Dwi.
(rrd/feb)











































