Harga Minyak Dunia Turun, Pertamina Tetap Aktif Ngebor

Harga Minyak Dunia Turun, Pertamina Tetap Aktif Ngebor

Rista Rama Dhany - detikFinance
Sabtu, 27 Jun 2015 15:19 WIB
Harga Minyak Dunia Turun, Pertamina Tetap Aktif Ngebor
Jakarta - Sampai saat ini harga minyak mentah dunia masih anjlok bila dibandingkan harga minyak pada 2013-2014 lalu. Namun, Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Dwi Soetjipto menegaskan, perseroannya tetap akan aktif mencari sumber minyak dan gas bumi baru, guna menjamin ketersediaan energi nasional.

"Ketahanan energi itu nafasnya ada di penemuan cadangan, kalau tidak dilakukan eksplorasi maka ketahanan energi bisa terganggu. Dan itu yang tidak kami inginkan," kata Dwi dalam keterangannya, Sabtu (27/6/2015).

Untuk mendapatkan temuan cadangan mingas yang baru, tidak ada cara selain aktif melakukan survei seismik di setiap wilayah kerja migas yang dikelola.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Melalui kegiatan eksplorasi, Pertamina EP merencanakan kegiatan survey seismic sepanjang 1.167 km, yang terdiri dari wilayah Area Sumatera Utara untuk survey Garcinia dan Seremban, Area Sumatera Selatan untuk survei Karbela dan Selingsing, Area Jawa Barat untuk survei Akasia Besar, Area Jawa Timur untuk survei Lumajang, Area Kalimantan untuk survei Tanjung dan Bunyu, serta di Area Papua untuk survei Kupalanda”, ujar Dwi.

Seperti yang dilakukan Pertamina EP, anak usaha Pertamina, menargetkan pengeboran eksplorasi sebanyak 9 sumur yang terdiri dari 5 sumur wildcat (sumur yang dibor pertama kali) untuk menentukan keterdapatan minyak dan gas pada lokasi yang masih baru, dan 4 sumur deliniasi yang bertujuan untuk mencari batas-batas penyebaran migas pada lapisan penghasilnya.

Dari kegiatan eksplorasi tersebut diharapkan dapat mencapai target penemuan cadangan sampai dengan 90 Juta Barel Minyak Ekuivalen (MMBOE) selama tahun 2015, yang terdiri dari minyak sebesar 22 Juta Barel Minyak Mentah (MMBO) dan gas bumi sebesar 390 Milyar Standar Kaki Kubik (BSCF).

"Seluruh upaya yang kami lakukan ini demi menemukan cadangan migas bagi kepentingan Bangsa Indonesia. maka dari itu kami memohon dukungan dari para pemangku kepentingan agar kegiatan seismik ini dapat berjalan dengan lancar," tutup Dwi.

(rrd/feb)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads