"Soal subsidi listrik, ya begini pemerintah selalu ingin membantu masyarakat yang miskin yang pendapatannya rendah. Karena itu, namanya subsidi semua harus seperti itu," kata JK ditemui di kantornya, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Selasa (30/6/2015).
JK mengatakan, agar subsidi lebih tepat sasaran ke rakyat miskin, pemerintah menggunakan perantara 'kartu sakti', seperti Kartu Indonesia Sehat (KIS) atau Kartu Indonesia Pintar (KIP), atau bisa juga Kartu Keluarga Sejahtera (KKS).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia mencontohkan, ketika subsidi dinikmati oleh orang mampu tentu setiap warga negara yang baik tidak akan suka bahkan keberatan. Bahkan, saat ini orang mampu beli pulsa Rp 100.000 per bulan, padahal listrik 450 volt amper (VA) atau 900 (VA) hanya membayar tagihan listrik Rp 58.000/bulan.
"Anda juga pasti keberatan kan kalau yang disubsidi orang mampu, sudah wajar (mampu) membayar listrik, berani beli pulsa Rp 100.000, kok dia hanya mau bayar Rp 58.000/bulan buat listrik, kan nggak adil kan untuk orang lain (rakyat miskin)," tutup JK.
(rrd/dnl)











































