"Kami senantiasa mematuhi peraturan perundang-undangan dalam melaksanakan kegiatan operasi kami, sebagaimana kami percaya bahwa Pemerintah akan memberikan jaminan kepastian hukum dan fiskal terhadap perpanjangan operasi kami seiring dengan investasi multi milar dolar yang tengah kami lakukan untuk proyek pengembangan tambang bawah tanah dan ekspansi smelter dalam negeri. Sehubungan dengan peningkatan pembelian dalam negeri, saya telah meminta Presiden Direktur PTFI untuk bekerjasama dengan badan usaha milik negara," kata Jim Bob dalam keterangan terangan tertulisnya, Kamis (2/7/2015).
Jim Bob menambahkan, dalam pertemuannya dengan Presiden Jokowi, Freeport menyampaikan rencana investasi besar berjangka panjang di Papua dan untuk mengkaji aspirasi Pemerintah Provinsi Papua.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu Freeport juga menyampaikan, perusahaan telah menyepakati dan melaksanakan sebagian dari kesepakatan terkait Amandemen Kontrak Karya, di mana Freeport telah menyetujui untuk mengurangi luas wilayahnya, meningkatkan penerimaan negara, menambah kapasitas, dan ekspansi smelter dalam negerinya, meningkatkan kepemilikan pihak nasional Indonesia atas saham Freeport, dan mengutamakan penggunaan tenaga kerja lokal serta barang dan jasa dalam negeri.
Dalam kesempatan yang sama, Presiden Direktur Freeport Indonesia Maroef Sjamsoeddin mengatakan, investasi Freeport akan terus memberikan manfaat, bahkan nilai tambah, secara berkelanjutan kepada Negara Republik Indonesia, masyarakat Papua, seluruh karyawan dan para pemegang saham, sejalan dengan aspirasi nasional yang nantinya akan dituangkan dalam Amandemen Kontrak Karya.
Sebelumnya, pada 10 Juni 2015, Freeport memperoleh arahan dari Pemerintah Indonesia mengenai kelanjutan operasi perusahaan sehubungan dengan investasi yang tengah ditanamkan oleh Freeport Indonesia. Sebelumnya Freeport telah menanamkan investasi senilai US$ 4 miliar dan saat ini sampai dengan 2041 tengah menanamkan sekitar US$ 15 miliar untuk pengembangan kompleks tambang bawah tanah, ditambah dengan investasi proyek ekspansi smelter sekitar US$ 2,3 miliar.
(rrd/dnl)











































