Rapat dimulai pukul 15.30 WIB. Hadir di antaranya adalah Menko Perekonomian Sofyan Djalil, Menteri ESDM Sudirman Said, Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro, Menteri BUMN Rini Soemarnoβ, dan Direktur Utama Pertamina Dwi Soetjipto.
βDalam sambutannya, Jokowi meminta agar proses transisi harus disiapkan dengan matang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jokowi juga meminta agar komunikasi harus terjadi intensif antara pihak-pihak terkait. Dengan tujuan agar tidak terjadi kesalahpahaman dalam penanganan Blok Mahakam.
"Komunikasi semua pihak harus dijaga agar tidak terjadi kesalahpengertian, baik antara pemerintah, Pertamina, dan Pemda yang harus mendapatkan pemahaman yang sama seiring sejalan dalam proses transisi ini," paparnya.
Di samping itu, Jokowi juga menyoroti terkait dengan aspek hukum pengambilalihan blok yang kaya gas bumi.
"Pembahasan aspek legal draf kontrak baru termasuk term and condition dengan para pihak harus segera disiapkan. SKK Migas dan ESDM mulai valuasi aset blok mahakam agar semuanya bisa selesai dan mulai bersamaan," kata Jokowi.
"Goalnya adalah Blok Mahakam harus dikelola demi mewujudkan kedaulatan energi kita," tegasnya.
Seperti diketahui, kontrak Total E&P Indonesie dan Inpex Corporation di Blok Mahakam segera berakhir pada 31 Desember 2017. Pemerintah memutuskan mulai 1 Januari 2018, blok ini akan dikelola oleh Pertamina.
(mkl/rrd)











































