"Total investasi sampai dengan 2014 mencapai US$ 11 miliar (sekitar Rp 143 triliun) untuk membangun infrastruktur operasi perusahaan, berupa jalan, pelabuhan, bandaran, kota-kota, pengelolaan limbah, pembangkit listrik, tambang bawah tanah, pabrik pengolahan dan lain-lain," ungkap Maroef dalam paparannya di Komisi VII, seperti dikutip detikFinance, Senin (6/7/2015).
Dalam paparannya tersebut, ia juga mengungkapkan untuk, khusus investasi tambang bawah tanah, pihaknya telah menggelontorkan dana US$ 4 miliar. Bila mendapat kepastian perpanjangan kontrak hingga 2041, Freeport siap untuk menggelontorkan dana investasi sebesar US$ 15 miliar lagi untuk pengembangan tambang bawah tanah (underground).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
- Menyerahkan pada bank BUMN uang jaminan kesungguhan sebesar US$ 115 juta,
- Memulai persiapan perizinan Amdal konstruksi smelter sebesar US$ 1,5 juta,
- Menyelesaikan early works dan memulai basic engineering senilai US$ 9 juta,
- Menandatangani perjanjian sewa lahan senilai US$ 150 juta,
- Akan menandatangani kontrak Front End Engineering Design (FEED) sebesar US$ 20 juta pada Juli 2015,
- Akan menandatangani kontrak engineering & Procurement sebesar US$ 700 juta sebelum Desember 2015.










































