"Panas bumi kalau dimanfaatkan jadi listrik untungnya luar biasa besar. Satu PLTP bisa menghasilkan listrik hingga seratus tahun lebih. Kan ini pembangkit renewable energy jadi nggak perlu takut kehabisan pasokan energi," ujar Ketua Umum Asosiasi Panas Bumi Indonesia, Abadi Poernomo, dihubungi detikFinance, Selasa (7/7/2015).
Abadi mengungkapkan, seperti PLTP yang ada di New Zeland sudah ada yang 58 tahun, PLTP di Italia sudah berusia 100 tahun, dan pembangkitnya masih terus menghasilkan listrik. Bayangkan kalau pakai batu bara berapa puluh juta ton yang dibakar, berapa liter minyak yang dihabiskan untuk hasilkan listrik selama 100 tahun," ungkapnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Bayangkan satu sumur panas bumi di Indonesia itu bisa menghasilkan 10-12 megawatt (MW), itu bisa melistriki ratusan ribu rumah. Seperti di Kamojang itu berapa ratus ribu rumah yang diterangi, PLTP Kamojang itu sudah 30 tahun lebih," tutupnya.
Sebagai gambaran, PT Pertamina Geothermal Energy saat ini sedang menyelesaikan konstruksi PLTP Ulubeli Unit 3 dan 4 dengan kapasitas 2 x 55 MW. Bila proyek ini selesai 2016 maka dapat melistriki 440.000 kepala keluarga.
(rrd/dnl)











































