"Kita dari dulu masih 5% dalam pemanfaatan potensi panas bumi, jauh dibandingkan Filipina yang hampir 50% memanfaatkan potensi panas bumi yang dimilikinya," kata Ketua Umum Asosiasi Panas Bumi Indonesia, Abadi Poernomo kepada detikFinance, Selasa (7/7/2015).
Abadi mengungkapkan, bahkan tidak lama lagi Indonesia akan disalip negara di Afrika Timur, yakni Kenya terkait pemanfaatan panas bumi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia mengakui, tidak mudah untuk memanfaatkan harga karun energi ini di Indonesia, selain kendala sosial, faktor dana investasi juga cukup besar.
"Per satu megawatt PLTP di Indonesia, butuh investasi US$ 10 MW kalau dengan kurs sekarang Rp 13.000/dolar AS, itu sudah mencapai Rp 130 miliar. Pengeboran sumur panas bumi itu sama biayanya seperti ngebor sumur migas, risikonya juga sama. Kadang sumur panas bumi yang dibor tidak menghasilkan uap panas yang ekonomi bisa digunakan untuk pembangkit listrik," tutup Abadi.
(rrd/dnl)











































