Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, dan manajemen PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) mengadakan pertemuan untuk membahas tentang upaya menjadikan Surabaya sebagai role model atau percontohan sebagai kota pengguna gas di Indonesia. Pertemuan berlangsung di Kantor Wali Kota Surabaya, Kamis (9/7/2015).
Dalam pertemuan itu antara lain dibahas tentang perluasan penggunaan gas bumi bagi rumah tangga dan transportasi. Berdasarkan data kependudukan 2012, Surabaya dihuni 543.972 keluarga (rumah tangga). Adapun jumlah mobil sebanyak 297.266 unit berdasarkan data 2013 dengan pertumbuhan 10,3% per tahun.
Penyaluran gas bumi untuk rumah tangga di Surabaya, sejauh ini dilayani oleh PGN. Hingga saat ini PGN memiliki sekitar 13.000 pelanggan rumah tangga di Kota Pahlawan itu. Adapun SPBG di Surabaya saat ini ada 6 buah, salah satunya SPBG Ngagel yang dioperasikan PGN.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tambahan sambungan gas tersebut terdiri di tiga wilayah yaitu Surabaya Pusat, Surabaya Selatan dan Surabaya Timur, masing-masing 8.000 rumah tangga. Selain itu kerja sama dengan PGN juga akan dilakukan dalam pembangunan SPBG di Surabaya.
"Untuk itu kami meminta kerja sama yang baik dari Pemerintah Kota Surabaya, untuk terus memberikan dukungan dalam mensosialisasikan program ini kepada masyarakat, serta membantu proses perizinan yang belum terealisasi pada program pembangunan infrastruktur gas Kota Surabaya," kata Menteri ESDM Sudirman Said.
Direktur Komersial PGN Jobi Triananda Hasjim menyatakan, PGN berkomitmen besar untuk memperluas pemanfaatan gas bumi untuk keperluan domestik termasuk memberikan solusi terbaik untuk pelanggan rumah tangga.
Komitmen itu sudah ditunjukkan dengan pembangunan jaringan gas bumi PGN untuk rumah tangga di Surabaya dan berbagai kota lainnya di Indonesia selama ini. Jumlah pelanggan gas rumah tangga PGN sekitar 100 ribu rumah tangga.
"Di sekitar Surabaya, PGN sudah mengalirkan gas bumi ke rumah tangga di Gresik, Sidoarjo dan Mojokerto. Adapun di wilayah lainnya PGN antara lain hadir di Batam, Medan, Palembang, Jakarta, Bekasi, Tangerang, Cirebon, Bogor, dan Semarang," kata Jobi Triananda.
Kerja sama antara PGN dengan Kementerian ESDM dalam penyaluran gas rumah tangga juga sudah terjadi di Jakarta, Cirebon, Bogor dan Tangerang. Jumlahnya sekitar 13.000 rumah tangga.
"Gas bumi bagi rumah tangga menjadi salah satu solusi untuk mengurangi ketergantungan pada impor elpiji," kata Jobi Triananda.
Harga gas rumah tangga juga lebih ekonomis dibanding elpiji. Sebagai perbandingan, sebuah keluarga yang menggunakan gas elpiji satu tabung ukuran 12 kg harus mengeluarkan uang sekitar Rp 140 ribu, dengan pemakaian yang sama, pengguna gas rumah tangga hanya mengeluarkan uang sekitar Rp 50 ribu.
Salain menyalurkan gas bumi untuk rumah tangga, PGN juga mengalirkan gas bumi untuk industri di Jawa Timur. Hingga saat ini ada 118 industri di Jawa Timur yang menikmati energi baik gas bumi PGN.










































