Direktur Perencanaan Investasi dan Manajemen Risiko PGN, Wahid Sutopo menyebut, proses pengaliran gas bisa berlangsung paling lambat akhir 2015.
"Perkembangan segmen lepas pantai sudah selesai 201 km, teman-teman sedang selesaikan sisi darat. Akhir tahun bisa menyambungkan gas ke PLTGU Tambak Lorok," kata Sutopo, saat acara buka puasa bersama di Kantor Pusat PGN, Jakarta, Jumat (10/7/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pertama kali PLTGU di Jateng dapat gas. Ini hal yang signifikan," ujarnya.
Setelah PLTGU teraliri gas, selanjutnya PGN membuat jaringan gas ke kawasan industri Tambak Aji dan Wijaya Kusuma, Semarang. Sebelum ada jaringan gas, daerah tersebut dipasok gas dari CNG mobile menggunakan kendaraan.
"Distribusi gas alam selama ini CNG trucking. Ke depan gas di sana dipsok jaringan pipa gas. Sehingga Jabar, Jateng, Jatim sudah dihubungkan pipa gas," sebutnya.
Proyek pipa gas ini dilakukan oleh PT Kalimantan Jawa Gas, perusahaan yang 80% sahamnya dikendalikan oleh PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN), dan sisanya dimiliki oleh anak usaha Grup Bakrie. PGN diminta mengambil alih proyek Kalija di 2014, karena proyek tertunda sejak 2006.
Investasi untuk proyek ini mencapai US$ 250-300 juta, atau sekitar Rp 3,9 triliun.
(feb/dnl)











































