Dalam sambutannya, Direktur Utama Pertamina Dwi Soetjipto menyampaikan program strategi bisnis Pertamina dalam menghadapi tantangan bisnis minyak dan gas bumi (Migas) saat ini, khususnya ditengah gejolak penurunan harga minyak mentah dunia.
"Dapat kami sampaikan bahwa buka bersama di seluruh Indonesia yang dilakukan Pertamina serentak total berjumlah 31.773 anak yatim piatu. Ini merupakan wujud syukur kami karena Pertamina telah mencapai keberhasilan prioritas strategi bisnis menghadapi tantangan bisnis saat ini," kata Dwi di acara Buka Bersama Anak Yatim, di JCC, Jakarta, Sabtu (11/7/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dalam ini, keputusan pemerintah yang baru saja menyerahkan pengelolaan Blok Mahakam sangat penting bagi Pertamina," ujar Dwi.
Prioritas kedua, adalah efisiensi di semua sektor. Di beberapa program utama, efisiensi supply chain Pertamina dan program-program lainnya. Yang sudah sampai saat ini mencapai US$ 178,5 juta.
Ketiga kata Dwi, yakni pengembangan kapasitas kilang, saat ini kita sedang melakukan peningkatan produksi yang telah mencapai 1,6 juta barel per hari. Ditambah dengan pembangunan kilang minyak baru, akan ada peningkatan pengolahan minyak.
"Dan prioritas keempat adalah peningkatan infrastruktur dan perbaikan fasilitas. Karena untuk kemandirian energi perlu adanya dukungan infrastruktur yang memadai. Dengan upaya yang sudah kami lakukan hingga Juli ini, kinerja Pertamina sudah sampai track yang positif. Laba bersih sudah ditingkatkan termasuk pendapatan yang terus ditambah," tutupnya.
(rrd/rrd)











































