Indonesia kaya akan harta karun energi yang belum tergarap, salah satunya panas bumi. Kapasitas panas bumi di Indonesia memiliki potensi 28.000 megawatt (MW), yang sudah digunakan baru 1.400 MW. Pengembangan panas bumi di Indonesia masuk yang mengesankan di Asia.
Berikut daftar proyek energi terbarukan yang mengesankan di Asia, seperti dilansir dari CNBC, Selasa (14/7/2015).
1. Listrik Tenaga Angin di Jepang
|
Foto: CNBC
|
Wilayah ini kini menjadi rumah untuk proyek pembangkit listrik tenaga angin, dengan 3 turbin mengambang di air. Proyek ini nilainya 18,8 miliar yen, atau sekitar Rp 2 triliun.
Proyek didanai oleh kementerian ekonomi, perdagangan, dan industri Jepang.
Bila sudah selesai, ini akan menjadi pembangkit listrik tenaga angin terbesar di dunia.
2. Listrik Panas Bumi di RI
|
PLTP Kamojang
|
Ada proyek panas bumi di Sarulla, Sumatera yang telah sekitar 25 tahun tidak jadi dibangun akhirnya mulai dibangun tahun lalu dengan kapasitas 330 megawatt.
Indonesia juga telah memiliki proyek listrik panas bumi di Kamojang, Garut, Jawa Barat yang dikembangkan oleh Pertamina.
3. Listrik Matahari di Korsel
|
Foto: CNBC
|
Negara ini memiliki sejarah dalam pencarian lokasi untuk solar panel.
4. Listrik Matahari di Atas Laut Jepang
|
Foto: CNBC
|
Berkapasitas 2,3 megawatt (MW), solar panel atau panel surya ini berjumlah 9.000 buah, dan menghasilkan listrik untuk 820 rumah tangga.
Keuntungan dari panel surya yang mengambang di atas air ini adalah, air tersebut membantu panel menyerap panas dari atas, dan menimbulkan efisiensi.
Panel ini juga membantu ganggang terhindar dari sinar matahari.
5. Listrik Matahari di India
|
Foto: CNBC
|
Panel surya ini bisa mengalirkan listrik untuk 720 ribu rumah tangga.
India merupakan negara pengemisi gas rumah kaca terbesar ketiga di dunia, dan menargetkan untuk meningkatkan energi terbarukan yang ramah lingkungan.
Di 2022, negara ini menargetkan listrik matahari berkapasitas 100.000 megawatt.
6. Listrik Tenaga Air di China
|
Foto: CNBC
|
Ada sekitar 1,4 juta orang yang direlokasi karena proyek ini, dan air dari proyek ini akan menenggelamkan sejumlah daratan Proyek ini dinilai rawan gempa.
Selain itu, proyek ini juga bakal mengumpulkan berton-ton sampah dan juga limbah.
Nilai proyek ini beragam, namun di 2009 lalu nilainya disebut mencapai US$ 37 miliar, atau sekitar Rp 481 triliun. Namun proyek ini membantu pencapaian target energi terbarukan senilai 200 miliar KwH di 2014.
Halaman 2 dari 7











































