Bos PGN: Pakai Gas Bumi, Sopir Bajaj Hemat Rp 80.000/Hari

Bos PGN: Pakai Gas Bumi, Sopir Bajaj Hemat Rp 80.000/Hari

Rista Rama Dhany - detikFinance
Selasa, 14 Jul 2015 10:48 WIB
Bos PGN: Pakai Gas Bumi, Sopir Bajaj Hemat Rp 80.000/Hari
Jakarta - Harga Bahan Bakar Gas (BBG) sampai saat ini merupakan bahan bakar paling murah dibandingkan bensin premium maupun solar. Pemerintah saat ini menetapkan harganya Rp 3.100 per setara liter premium (lsp). Salah satu yang sudah merasakan manfaat gas bumi adalah para sopir bajaj, yang bisa hemat hingga Rp 80.000/hari.

Di DKI Jakarta, ada sebuah komunitas Bajaj bernama Kobagas. Bajaj berwarna biru tersebut setiap harinya hilir muduk di Jakarta Pusat.

"Kobagas adalah salah satu contoh konkret pengguna gas bumi yang mendapatkan banyak manfaat. Dengan menggunakan gas bumi sebagai bahan bakar, para sopir bajaj bisa menghemat biaya sekitar Rp 60.000-Rp 80.000 per hari," kata Direktur Utama PT Perusahaan Gas Negara (PGN) (Persero) Tbk, Hendi Prio Santoso, dalam keterangannya, Selasa (14/7/2015).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hendi mengatakan, apalagi Indonesia memiliki banyak produksi gas bumi, termasuk cadangan gas yang dimiliki Indonesia masih banyak. Bila dimanfaatkan secara maksimal baik untuk transportasi, industri, listrik, hingga rumah tangga, maka dampaknya penghematannya akan sangat besar.

"Penggunaan gas bumi terbukti lebih ramah lingkungan, efisien, dan aman," ungkap Hendi.

Sebagai bentuk apresiasi para komunitas Bajaj Kobagas, yang turut mendukung program pemerintah dalam konversi bahan bakar minyak (BBM) ke BBG, tahun ini PGN mengadakan mudik bersama. Selain para keluarga sopir bajaj Kobagas, ada juga masyarakat hingga karyawan PGN serta wartawan diajak mudik bersama.

Tahun ini, PGN memberangkatkan lebih dari 4.100 peserta mudik ke berbagai kota di wilayah Jawa dan Lampung dengan menggunakan 95 armada bus. Jumlah peserta mudik tersebut naik 63% dari tahun sebelumnya dengan peserta mudik sebanyak 2.520 pemudik.

Hendi mengatakan, Program Mudik Bersama Energi Baik PGN 2015 ini merupakan langkah Perseroan untuk meringankan beban masyarakat dalam melaksanakan kegiatan mudik lebaran 2015. Perseroan berkomitmen untuk memberikan solusi kebutuhan transportasi masyarakat saat mudik.

"Antusiasme masyarakat untuk pergi ke kampung halaman bersama PGN dari tahun ke tahun sangat tinggi. Perseroan akan selalu hadir bersama energi baik PGN untuk membantu masyarakat dalam menjalankan mudik lebaran 2015," jelas Hendri.

Pemudik gratis bersama PGN ini juga diasuransikan. Selain itu, sebelum keberangkatan, para sopir yang mengemudikan armada bus mudik juga menjalani tes kesehatan untuk menjamin kondisi para sopir layak kala mengemudi bus hingga tempat tujuan.

"Kami berharap Program Mudik Bersama Energi Baik PGN ini dapat menjadi salah satu solusi bagi kebutuhan transportasi masyarakat untuk berlebaran bersama keluarga di kampung halaman. Semoga para pemudik dapat sampai di tempat tujuan dengan selamat dan aman," tutup Hendi.

Berikut jalur Mudik PGN:

  • Pantura I dengan rute Indramayu – Cirebon – Kuningan
  • Pantura II akan melewati Cirebon – Tegal – Semarang – Demak – Kudus – Pati – Rembang
  • Pantura III dengan rute Cirebon - Tegal-Semarang – Ungaran – Salatiga – Solo - Madiun
  • Pantura IV melalui rute Cirebon – Tegal –Semarang – Ungaran – Magelang - Solo
  • Pantura V dengan rute Cirebon – Tegal – Semarang - Surabaya
  • Jalur Tengah melalui rute Cirebon – Bumiayu – Ajibarang – Wangon – Kebumen – Purworejo - Yogyakarta
  • Jalur Selatan melewati rute Nagrek – Tasik – Ciamis – Majenang – Kebumen – Purworejo - Yogyakarta dan
  • Jalur terakhir ke wilayah Lampung.

(rrd/hen)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads